Waze

Waze Indonesia, Bagaimana Gotong Royong Menyempurnakan Layanan Ini?

Lufthi Anggraeni    •    Minggu, 04 Sep 2016 11:25 WIB
tech and life
Waze Indonesia, Bagaimana Gotong Royong Menyempurnakan Layanan Ini?
Christian Iskandar, Country Manager untuk Komunitas Waze Indonesia.

Metrotvnews.com, Jakarta: Kecepatan perkembangan teknologi dewasa ini tergolong signifikan. Berbagai teknologi yang hadir di berbagai bidang dan aspek menjadi pembuktian inovasi yang dapat dihasilkan manusia. Teknologi juga untuk menghadirkan kemudahan dalam berbagai aspek kehidupan.

Salah satu wujud nyatanya adalah di bidang peta dan petunjuk arah atau navigasi. Jika sebelumnya masyarakat hanya disuguhi gambar tangan tanpa pergerakan apa pun, kini tersedia aplikasi peta yang membantu pengguna mengetahui arah menuju lokasi tersebut.

Sejumlah aplikasi ini turut menyediakan informasi yang disajikan secara langsung terkai kondisi jalur yang perlu ditempuh pengguna tersebut. Salah satunya adalah Waze, aplikasi peta yang didukung sejumlah editor informasi terkait kondisi jalan tersebut.



Christian Iskandar, sebagai Country Manager untuk Komunitas Waze Indonesia mengaku, kehadiran Waze membantunya mencapai lokasi yang diinginkan dengan lebih cepat berkat informasi yang disediakan aplikasi ini. Hal inilah turut menjadi salah satu alasannya menerima amanat untuk menjadi Country Manager.

"Sederhana aja, saya merasa terbantu dengan adanya Waze dan saya tahu, semakin banyak yang pakai, semakin banyak yang memperbaiki peta di Indonesia, semakin banyak impact-nya ke orang."

Christian menyebut, popularitas Waze yang semakin tinggi turut menarik perhatian lebih banyak pengguna untuk dapat berkontribusi dalam memberikan informasi dan melengkapi peta di Indonesia. Hal ini disambutnya dengan baik karena dapat membantu dalam mengetahui lokasi yang sebelumnya belum terdeteksi, sehingga akan membantu seluruh pengguna Waze di Indonesia.

Selama menjabat sebagai Country Manager untuk komunitas, Christian mengaku hingga saat ini tidak terdapat kendala berarti. 

Informasi yang dimaksudkan Christian terkait rambu lalu lintas atau waktu buka tutup portal di daerah tertentu. Waktu tersebut, jelas Christian, umumnya hanya diketahui secara pasti oleh masyarakat yang tinggal di sekitar daerah tersebut. Sehingga kehadiran komunitas dinilai sebagai faktor penting terkait kelengkapan informasi di Waze.

Selain itu, peraturan lalu lintas yang terpusat di daerah tertentu juga dinilainya sebagai salah satu tantangan komunitas pengguna dan editor aplikasi ini. Peraturan seperti pelat nomor ganjil-genap yang hanya berlaku di Jakarta menyulitkan pengguna dalam melaporkan kondisi terkait peraturan tersebut.

"Secara sistem sih belum bisa. Belum bisa dilakukan preventif seperti itu. Kalau di Jakarta saja, saya rasa itu yang sulit melokalisasinya. Maksudnya, orang Bandung ke Jakarta, mereka kan tidak harus laporkan. Saya belum tahu konsepnya seperti apa, tapi kalau seluruh daerah mah gampang."

Menyebut hubungan antara Waze dan komunitas sebagai simbiosis mutualisme, Christian mengaku penting dalam menjaga hubungan baik di antara sesama anggota. Salah satunya melalui acara kopi darat (kopdar) yang semakin banyak diselenggarakan atas dasar inisiatif komunitas. Melalui kopdar, komunitas berbagi cerita terkait proses pelaporan dan pemetaan daerah masing-masing.

Acara kopdar resmi juga dilaksanakan setiap tahun, namun masih terbatas pada komunitas di Jakarta. Acara ini juga dihadiri staf Waze. Christian belum berencana untuk menyelenggarakan di masing-masing kota karena keterbatasan biaya.

Menutup pembicaraan, Christian berharap kehadirannya dan komunitas Waze dapat membantu masyarakat yang memanfaatkan aplikasi dalam mencapai lokasi yang mereka tuju dengan lebih cepat dan nyaman.


(MMI)