Septriana Tangkary

Soal Teknologi, Perempuan Mampu Hadirkan Sudut Pandang Berbeda

Lufthi Anggraeni    •    Senin, 08 Feb 2016 20:59 WIB
tech and life
Soal Teknologi, Perempuan Mampu Hadirkan Sudut Pandang Berbeda
Septriana Tangkary, Direktur Pemberdayaan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Metrotvnews.com: Perkembangan teknologi manjadi hal yang menarik, tidak hanya untuk pelaku yang berkecimpung di dalamnya, namun juga untuk seluruh lapisan masyarakat. Hal ini juga diamini oleh Direktur Pemberdayaan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Septriana Tangkary.
 
Kemampuan menghadirkan kesempatan untuk masyarakat, terutama perempuan, dalam meningkatkan dan memajukan kehidupan mereka, dinilai Septriana sebagai daya tarik yang ditawarkan teknologi. Teknologi juga ia nilai tidak hanya dapat menjadi sarana hiburan, juga sarana pembelajaran, terutama untuk anak-anak.

Teknologi melalui aplikasi juga dinilainya menghadirkan keamanan bagi penggunanya, yang harus didukung oleh peraturan yang mementingkan kebaikan dan keselamatan masyarakat.

"Untuk apa ada peraturan kalau hanya membuat masyarakat menjadi merasa terbelenggu."

Tidak mengenyam latar belakang pendidikan di bidang teknologi, tidak menyurutkan langkahnya untuk berkarya di industri laki-laki ini.  Septriana mengaku tetap percaya diri untuk berkecimpung di industri ini, karena menurutnya, segala hal dapat dipelajari dan dilakukan jika ada kemauan.
 
Sebagai perempuan di instansi pemerintah yang bersinggungan dengan teknologi, diakuinya memberikan keuntungan tersendiri. Sebagai perempuan, terutama sebagai ibu, Septriana mengakui mampu membantu memberikan bahan pertimbangan dari sudut pandang lebih luas dan dari aspek berbeda yang mungkin tidak terpikirkan oleh laki-laki. Perempuan juga disebut Septriana, memiliki cara yang lebih luwes untuk menyosialisasikan hal-hal yang ia ketahui kepada orang-orang di sekitarnya.



Peran perempuan di industri teknologi dinilai Septriana sangatlah besar. Hal ini terlihat dari semakin banyak pejabat di perusahaan dan instansi teknologi yang diemban oleh perempuan. Pengguna teknologi dan internet juga disebutnya sebagian besar adalah perempuan. Pemimpin perempuan disebutnya memiliki kemampuan untuk berpikir dan bertindak melibatkan hati dan logika. Integritas perempuan juga disebutnya mampu meraih kepercayaan publik dengan lebih baik.

"Sebenarnya itu action. Wanita itu lebih ke kegiatan. Wanita berpikir dengan hati. Kalau hati wanita berbicara bahwa ini tidak layak, ya dia tidak lakukan. Itulah kehebatan seorang pemimpin yang adalah wanita. Dengan jadi pemimpin, itulah kesempatan perempuan untuk sharing teknologi dengan lebih cepat. Dan kepercayaan publik untuk wanita itu lebih mampuni, karena dibalik seseorang yang hebat, ada wanita hebat yang mendukungnya."

Dukungan sebagai perempuan di instansi pemerintahan, dirasakan Septriana tergolong baik.  Hal ini Ia rasakan dengan keterbukaan dan kesediaan berbagai pihak dalam mengajarkannya hal terkait dengan teknologi. Tidak hanya kepada dirinya, hal ini juga ia temukan di antara staf lain di sekitarnya. Dukungan juga diberikan kementerian dengan tidak menutup kesempatan bagi perempuan dan laki-laki untuk dapat berprestasi dan meraih peluang yang sama di instansinya.
 
Selain itu, wanita yang memiliki perhatian mendalam pada dunia perkembangan teknologi untuk anak-anak ini juga menyebut, melalui program yang tengah ia jalankan, dapat melindungi anak-anak dari dampak negatif teknologi dengan menyediakan daftar konten ramah-anak di berbagai media di internet.
 
Disinggung soal hal besar yang ingin diwujudkan, Septrina mengaku memiliki banyak hal yang menjadi cita-citanya. Namun untuk saat ini, Septriana mengaku masih terfokus dalam menjalani tugasnya untuk menyatukan segala lapisan, baik pelaku di industri teknologi maupun masyarakat, untuk dapat memanfaatkan internet untuk memajukan kehidupan secara pribadi, organisasi, ataupun lingkungan sekitar.
 
Hal ini, jelas Septriana, memberikan peluang kepada masyarakat untuk menyuarakan potensi yang mereka miliki, sehingga siap untuk menyambut era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Di antara banyak hal yang ingin Ia wujudkan, salah satunya adalah kehadiran kurikulum terkait dengan etika penggunaan internet di lingkungan pendidikan, terutama siswa sekolah dasar dan menengah pertama.
 
Peran sebagai Direktur Pemberdayaan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika diakui Septriana menyita waktunya, sehingga menyeimbangkan waktu untuk keluarga dan pekerjaan menjadi tantangan terbesar sebagai wanita karir. Namun, Septriana mengaku bersyukur memiliki keluarga yang mendukungnya.
 
Septriana mengungkap, sang suami turut mendukung tugasnya dalam menyosialisasikan program-program yang diembannya, di antaranya ICAKAP dan Internet Cerdas, karena memiliki tujuan mulia yaitu mengajak orang untuk mengajak masyarakat untuk lebih cerdas dalam memanfaatkan teknologi.
 
Septriana juga menyebut, selalu memberikan pengertian kepada anak-anak terkait dengan tugas yang dilakukannya. Kepada anak-anaknya, Septriana menyebut tugas yang dilakukannya sebagai bentuk ibadah, sehingga anak-anak memahami dan turut mendukungnya.
 


Berkecimpung di dunia teknologi, diakui Septriana menjadikan pengetahuannya tentang dampak positif dan negatif teknologi dan internet cukup banyak. Karenanya, Septriana mencanangkan gerakan 10 menit sehari, yang mengajak setiap orang tua untuk menghabiskan waktu setidaknya 10 menit dalam satu hari bersama anak-anak.
 
Hal ini ia tujukan agar orang tua tidak kehilangan waktu berkualitas dengan anak di tengah kesibukan mereka. Hal ini juga yang dilakukan oleh Septriana kepada anak-anaknya. Penyuka gaya berbusana sederhana dan kasual namun tetap sesuai dengan kondisi ini mengaku menghabiskan waktu setidaknya 10 menit untuk bercengkrama dengan anak-anak atau sekedar menikmati konten di perangkat bersama-sama.
 
Septriana juga menyebut, kejujuran dan keterbukaan menjadi nilai utama yang ia terapkan dan contohkan kepada anak-anak, turut mendorong budaya sensor mandiri pada diri anak-anak. Sehingga anak-anak mengetahui konten yang boleh dan tidak boleh untuk dinikmati, yang disuguhkan oleh kemajuan teknologi saat ini. Karena menurutnya, perilaku anak-anak merupakan cermin dari orang tuanya.
 


(MMI)

Video /