KosKost

Layanan Optimal Demi Kepuasan Pelanggan

Lufthi Anggraeni    •    Selasa, 13 Sep 2016 18:22 WIB
tech and life
Layanan Optimal Demi Kepuasan Pelanggan
Pelayanan serta daftar kost harus sesuai dengan kebutuhan pengguna. foto: Penginapan Tohjaya, Bali.

Metrotvnews.com, Jakarta: Penyebaran kesempatan dan lapangan pekerjaan yang dinilai masih kurang merata, serta terpusat pada sejumlah wilayah saja. Contohnya Jakarta. Hal ini menjadi pemicu banyak masyarakat berbondong-bondong untuk mendatangi ibu kota Indonesia ini.

Tidak hanya lapangan pekerjaan, kesempatan untuk mendapatkan pendidikan lebih baik yang juga masih dinilai belum merata, mendorong masyarakat usia muda berpindah ke wilayah lain yang menjanjikan hal tersebut.

Fenomena ini juga mendorong masyarakat untuk mencari tempat tinggal sementara di kota-kota tersebut. Bagi sebagian besar masyarakat, penyewaan kamar atau kost dengan harga relatif terjangkau menjadi solusi paling nyaman untuk menyelesaikan persoalan ini.

Solusi inilah yang juga dihadirkan oleh KosKost, aplikasi yang menurut Han Joon Kim dan Jelly Plato Papilaya, CEO serta Sales Manager KosKost, dibangun untuk memudahkan masyarakat dalam menemukan tempat tinggal sementara sesuai dengan kebutuhan mereka.

Melalui aplikasi ini, KosKost mencoba hadir sebagai penjembatan antara pencari kost dengan pemilik kost yang mendaftarkan huniannya pada aplikasi ini. "Jadi si pencari kost itu tidak ketemu dengan kita, ketemu langsung dengan pemilik kos."

Namun, baik Kim dan Papilaya menyadari bahwa saat ini telah tersedia aplikasi serupa yang telah terlebih dahulu hadir di pasar. Karenanya, KosKost mencoba menghadirkan pelayanan lebih baik dibandingkan dengan kompetitornya, seperti InfoKost.



Pembeda ini diwujudkan KosKost melalui proyek baru, yang mereka sebut dengan nama Kost Special Agent Guide. Proyek ini memungkinkan pencari kost mendapatkan informasi dari tim pemandu khusus yang telah disiapkan oleh pihak KosKost, dari mengantarkan mereka ke lokasi kost yang diinginkan.

Selain itu, KosKost juga mengaku telah menyiapkan opsi yang disesuaikan dengan permintaan dan kebutuhan pelanggan. Hal ini ditujukan untuk menghadirkan pengalaman pencarian kost yang menyenangkan bagi pencari, sesuai dengan moto yang diusung KosKost, yaitu Smile, Serve dan Satisfaction.

"Di sini juga option yang kita berikan juga sesuai dengan kebutuhan mereka. Mereka mau tinggal dimana, daerahnya, tempat kerjanya dimana, atau kuliahnya dimana, mau situasinya seperti apa, ada hiburan apa di situ, harganya berapa segala macam kita sediakan, jadi benar-benar by request."



Layanan lain yang juga KosKost coba tawarkan untuk pencari kost yang berhasil menemukan hunian yang sesuai untuk mereka. Layanan tersebut salah satunya melalui jasa pembersihan kamar kost bagi penghuni premium berbiaya tambahan dengan kesibukan tinggi.

Pada layanan ini, Papilaya mengaku telah berkoordinasi dengan kedua belah pihak, baik pemilik kost maupun penghuni. Hal ini juga turut ditawarkan KosKost untuk menjamin kepuasan dari pencari kost. Saat ini, KosKost juga telah bekerja sama dengan perusahaan lain seperti logistik, cleaning service dan lainnya, demi memberikan pelayanan optimal.

Sementara itu, untuk menghadirkan kost atau penyewaan hunian pada aplikasi, pemilik dapat mendaftarkan hunian mereka dengan mudah via aplikasi. Namun, hunian tidak akan langsung hadir di aplikasi sebelum pemilik telah diverifikasi oleh tim dari KosKost.

Selain itu, KosKost juga menilai tidak hanya dari para pekerja atau mahasiswa dan pelajar, potensi pencarian hunian sementara dengan terjangkau dan jangka waktu cukup lama juga ditemukan pada wisatawan baik lokal maupun asing. Hal ini juga menjadi potensi yang dimanfaatkan KosKost sebagai strategi pemasarannya.

Disinggung soal monetisasi, Papilaya menyebut, hingga saat ini aplikasinya masih mengandalkan iklan premium bagu pemilik kost yang ingin menghadirkan huniannya pada daftar utama di aplikasinya.

KosKost juga berencana untuk melebarkan sayapnya ke sejumlah kota lainnya di Indonesia, seperti pada wilayah Sumatera. Namun, untuk tahun 2016, KosKost masih menjadikan Jakarta sebagai fokus utama karena merupakan ibukota negara yang masih banyak diminati oleh pendatang, dan pulau jawa sebagai wilayah selanjutnya.


(MMI)

Video /