Kumpul Bersama AMD Red Team

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 09 Mar 2015 18:14 WIB
amd
Kumpul Bersama AMD Red Team
Frankie saat ditemui di Annex Building

Metrotvnews.com, Jakarta: Memiliki komunitas pengguna yang kuat adalah salah satu cara efektif untuk memasarkan dan memperbaiki kualitas produk. Karena itu, banyak perusahaan, termasuk AMD sangat perhatian pada komunitas penggunanya.

Di Indonesia, komunitas yang disebut sebagai Red Team, terbentuk pada tahun 2013. Pada Sabtu (07/03/2015) pekan lalu, mereka mengadakan pertemuan untuk kedua kalinya di Annex Building, Jakarta.

"AMD memiliki segudang aktivitas, dan kami harap AMD Red Team akan dapat berpartisipasi dalam berbagai acara ini," kata Component Business AMD Indonesia Frankie Widjaja.



Red Team ini berisi orang-orang yang dipilih AMD untuk membantu mereka mengedukasi masyarakat luas mengenai produk AMD. Edukasi ini dapat dilakukan dengan berbagai cara: menjawab pertanyaan pada forum, misalnya, atau membuat ulasan, baik berupa tulisan maupun video, mengenai produk AMD dan mempublikasikannya di internet.

"Dengan terbentuknya komunitas ini, AMD berharap Red Team dapat memberitakan berbagai hal mengenai AMD, misalnya teknologi terbaru yang dimiliki AMD," kata Frankie.

AMD berharap, AMD Red Team juga dapat menceritakan kepada masyarakat luas alasan mereka untuk memakai produk AMD. Kriteria menjadi anggota Red Team tidak rumit.

"Tidak ada kriteria khusus sebenarnya. Mereka hanya perlu memakai produk dari AMD. Tentu saja mereka juga harus menjelaskan mengapa mereka ingin masuk ke dalam Red Team dan perangkat AMD apa yang mereka gunakan."



Aldiawan, salah satu anggota Red Team, mengaku bahwa dia adalah fans setia AMD sejak tahun 2008. Dia menggunakan produk AMD untuk prosesor, motherboard, VGA hingga laptop.

"Saya merasa, AMD menawarkan harga yang masuk akal untuk performa yang diberikan oleh produk mereka," katanya saat ditanya alasannya memilih AMD.

Sementara Mauli, yang mengaku sudah memakai laptop berbasis AMD sejak 3 tahun lalu, menceritakan bahwa pada awalnya dia tak menggunakan AMD. Dia memutuskan untuk mencari laptop baru karena dia tak bisa bermain game di laptop lamanya.

"Jika dibandingkan dengan laptop yang menggunakan produk kompetitor, laptop saya yang sekarang ini tidak pernah perlu untuk diservis selama 3 tahun ini," katanya.



Baik Aldiawan maupun Mauli mengaku bahwa mereka senang karena mereka diterima sebagai anggota Red Team, meski mereka memiliki alasan yang berbeda untuk bergabung. Aldiawan mengaku tertarik untuk bergabung karena dia ingin dapat mengenal produk AMD lebih jauh lagi.

"Selain itu, saya jadi mempunyai kesempatan lebih untuk memberi edukasi pada teman-teman yang lain," katanya.

Sementara Mauli ingin memperluas jaringan pertemanan melalui komunitas ini. "Dengan acara gathering seperti ini, saya bisa jadi mendapat teman baru," katanya.

Frankie mengatakan, AMD sangat terbantu dengan berbagai forum-forum di dunia maya. Untuk menjaga hal tersebut, mereka rutin kopi darat sekadar mengeratkan hubungan pertemanan.


(ABE)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.