Dimo

Mobile Payment, Berkembang di Tengah Dukungan Pemerintah

Lufthi Anggraeni    •    Minggu, 22 Oct 2017 13:46 WIB
tech and life
Mobile Payment, Berkembang di Tengah Dukungan Pemerintah
CEO Dimo, Mario Gaw.

Metrotvnews.com, Jakarta: Perkembangan teknologi ikut berdampak pada hampir seluruh industri di dunia, terutama industri finansial. Di sejumlah negara, termasuk Indonesia, industri finansial yang memanfaatkan teknologi baik situs mupun perangkat mobil menjadi salah satu industri dengan pertumbuhan paling pesat.

Pertumbuhan pesat di industtri ini juga diamini oleh CEO Dimo, Mario Gaw. Laki-laki yang pernah bekerja sebagai programer pengembang solusi CRM terkustomisasi untuk berbagai industri di Kanada dan Amerika Serikat ini menyebut ranah finansial yang memanfaatkan teknologi menjadi ranah menarik untuk terus dikembangkan.

Menjadi CEO Dimo bukanlah langkah pertama Mario dalam menggeluti industri finansial yang memanfaatkan teknologi. Sebelumya, Mario pernah membantu pengembangan aplikasi pembayaran milik Smartfren, mengusung nama Uangku.

Sebelum bekerja sama dengan Sinarmas Group yang merupakan induk perusahaan Dimo, Mario juga pernah menjabat Vice Presiden di Lazada Indonesia, yang membawahi beberapa departemen, sebelum kemudian pindah ke Rumah123 sebagai Country Manager.

Minatnya di ranah ini juga dilatarbelakangi oleh bidang pendidikan yang ditempuhnya, di bidang Ilmu Komputer dan Bisnis. Saat ditawarkan untuk memegang jabatan sebagai CEO Dimo, Mario mengaku melihat tantangan baru dan potensi besar dalam pengembangan teknologi yang diusung Dimo, yang menjadi alasannya untuk menyetujui penawaran tersebut.



Menurutnya, teknologi yang diusung Dimo dapat membantu mempermudah sistem pembayaran melalui aplikasi, dan dapat merangkul berbagai industri yang memanfaatkan metode pembayaran melalui aplikasi di perangkat cerdas. Namun saat ini, Mario melihat masih terdapat kesalahpahaman terkait pengertian Dimo di masyarakat.

"Sebagian besar masih bingung, mengira Dimo seperti e-money lain, e-money milik Mandiri atau T-cash milik Telkomsel. Dimo itu bukan e-money player, tapi mobile payment enabler," ujar laki-laki pemilik hobi membaca ini.

Lebih lanjut Mario menjelaskan, Dimo merupakan perusahaan teknologi yang memberikan cara agar pelaki industri uang digital atau e-money dan perbankan untuk bisa menggunakan aplikasi Dimo, serta agar dapat melakukan pembayaran secara offline dengan pedagang mitra.

Selain itu, Mario juga menyamakan teknologi yang diusung Dimo dengan teknologi milik Visa atau Mastercard, yang memberikan teknologi bagi pelaku industri keuangan dalam pembuata kartu pembayaran berbekal teknologi mereka tersebut. Namun, Dimo lebih terfokus dalam memanfaatkan teknologi melalui aplikasi mobile.



Hal ini menjadikan Dimo dapat bekerja sama dengan instansi perbankan yang ingin menghadirkan kemudahan pembayaran kepada nasabah via aplikasi mobile. Mario juga menjelaskan bahwa Dimo berbeda dari fintech lain yang muncul di Indonesia, sebab tidak mengusung fungsi sebagai dompet digital.

Menggeluti ranah yang masih tergolong baru di Indonesia, tidak dielakan mengharuskan Dimo untuk menghadapi tantangan saat memperkenalkan teknologinya ke masyarakat.

Memposisikan diri sebagai mitra perusahaan dan bukan sebagai layanan secara langsung kepada konsumen, Dimo lebih terfokus dalam membantu mitra mereka dengan memberikan saran guna membentuk strategi perkenalan produk yang menggunakan teknologinya ke konsumen.

"Kehadiran aplikasi pembayaran juga membantu masyarakat untuk melek teknologi yang mendorong era cashless, untuk lebih kenal dan jadi cashless society. Hal ini menjadi penting karena selain didorong pemerintah, juga berguna karena pengguna ga perlu repot bawa tunai, yang juga meminimalisir kejahatan seperti pencopetan."

Menjadi salah satu industri baru dengan pertumbuhan pesat, bukan berarti tidak mengalami kendala pada proses pertumbuhannya. Menurutnya, saat ini masih banyak perusahaan di Indonesia yang belum terbuka pada startup di ranah ini, sehingga sedikit menyulitkan untuk berkolaborasi.

Sementara itu, pertumbuhan positif di ranah fintech di Indonesia juga didukung oleh antusiasme tinggi dari masyarakat yang melingkupi ranah ini. Sebab kehadiran ranah fintech dinilai Mario membuka peluang dan kesempatan untuk berinovasi serta semakin banyaknya pengguna smartphone di Indonesia.



Disinggung soal dukungan pemerintah, Mario menyebut saat ini pemerintah sudah cukup menyadari kehadiran dan perkembangan ranah fintech yang cukup pesat. Sudah cukup baik, namun pemerintah dinilai masih mengawasi dan mempelajari terkait kebutuhan dan risiko dari ranah ini sebagai langkah bantuan selanjutnya.

Meskipun demikian, lanjut Mario, dukungan pemerintah akan lebih baik jika dapat menghadirkan kemudahan bagi startup fintech berukuran kecil, dengan mempercepat proses perizinan dan persetujuan. Selain itu, pemerintah diharapkan dapat lebih memberikan kebebasan untuk startup kecil untuk dapat berinovasi, dan jangan terlalu dikekang dengan peraturan berlebihan.

Sebab menurutnya, perusahaan kecil memiliki sumber daya terbatas, sementara untuk memenuhi regulasi dari pemerintah membutuhkan sumber daya besar untuk melakukan persiapan dan sebagainya.

Sebagai penutup, dukungan pemerintah juga dinilai Mario akan lebih baik jika dapat memberikan ruang gerak lebih luas bagi perusahaan kecil, dan kemudian membantu dalam hal perlindungan konsumen saat sudah bertumbuh menjadi lebih besar.


(MMI)

Vivo V7+, Layar Luas Manjakan Pecinta Selfie
Review Smartphone

Vivo V7+, Layar Luas Manjakan Pecinta Selfie

11 hours Ago

Vivo V7 Plus kembali mengunggulkan kemampuan kamera depan, yang diklaim mampu memanjakan penggu…

BERITA LAINNYA
Video /