Kelly Boham, Seimbangkan Karir dan Pendidikan

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 08 Jul 2015 15:43 WIB
tech and life
Kelly Boham, Seimbangkan Karir dan Pendidikan
Kelly saat ditemui di Belleza.

Metrotvnews.com, Jakarta: Suasana di tempat bekerja berbeda jauh dengan suasana saat Anda masih duduk di bangku kuliah. Karena itu, jangan heran jika beberapa orang merasa kagok saat pertama kali bekerja. Alhasil, perusahaan pun harus memberikan berbagai pelatihan kepada para pegawai baru untuk memastikan bahwa mereka memang memiliki kemampuan yang pantas untuk bekerja.

Salah satu cara untuk membiasakan diri, terutama bagi mahasiswa, sebelum terjun ke dunia kerja yang sebenarnya adalah dengan mengambil kerja sambilan. Meski terdengar sederhana, tapi tidak banyak mahasiswa yang memiliki kerja sambilan saat kuliah. Alasan paling klise adalah "sibuk." Tetapi, benarkah bekerja sambil kuliah adalah hal yang mustahil?

Kelly Boham, gadis kelahiran 1988 yang kini berstatus sebagai mahasiswa jurusan Sastra Jepang di Universitas Bina Nusantara, membuktikan hal itu tak sepenuhnya benar. Meski sibuk kuliah, dia tetap dapat mengatur waktunya untuk bekerja sambilan sebagai manajer TEAMnxl> dan sebagai brand ambassador SteelSeries se-Asia Tenggara.

Berawal sebagai Project Manager di Stellar Labs, sebuah tempat berkumpul para illustrator pembuat komik, Kelly kini tak hanya bekerja sebagai manajer dari TEAMnxl>, salah satu tim gamer DOTA 2 profesional. Dia juga terpilih menjadi brand ambassador SteelSeries, produsen perangkat gaming yang ternama. Tidak tanggung-tanggung, Kelly terpilih untuk menjadi brand ambassador di kawasan Asia Tenggara.

Stellar Labs adalah tempat di mana Kelly mengenal DOTA 2 untuk pertama kalinya. Penasaran karena para illustrator di Stellar Labs sering memainkannya, dia lalu tertarik untuk ikut mencoba. Pada awalnya, dia mengakui teman-teman kantornya sering "mem-bully" dia saat mengajarkannya bermain DOTA 2.

Jengkel karena tak kunjung bisa, sempat terpikir olehnya untuk menyerah.

"Karena saya selalu kalah bermain, saya sempat terpikir untuk meng-uninstall DOTA," kata Kelly. Satu-satunya hal yang mencegahnya melakukan itu adalah rasa penasarannya. "Kalau orang lain bisa, kenapa saya enggak," katanya.

Sejak saat itu, dia mulai menekuni DOTA 2. Sebagai seorang pemula, dia masih sering kalah.

"Jadi, tiap kali saya menang, saya post gambar kemenangan saya di Facebook," kata Kelly. Siapa yang menyangka, dia lalu dilirik oleh TEAMnxl> untuk menjadi manajer. Saat ditawari posisi sebagai manajer, dengan segera dia menyanggupi.

Setelah menjadi manajer selama lebih dari 1 tahun, melalui atasannya, Kelly lalu ditawari posisi sebagai brand ambassador SteelSeries. Dia diminta untuk mengirimkan CV. Berbekal CV tersebut, dia berhasil menyingkirkan satu pesaingnya dan mendapatkan posisi sebagai brand ambassador.

Kelly mengakui bahwa dia adalah penggemar perangkat buatan SteelSeries. Selain itu, TEAMnxl> juga menggunakan perangkat SteelSeries baik untuk latihan maupun untuk bertanding dalam kompetisi.

Sejauh ini, tugasnya sebagai brand ambassador masih terhitung sederhana. Dia hanya cukup mempromosikan dan memperkenalkan berbagai produk SteelSeries ke masyarakat luas. Sejauh ini, tugasnya masih dibatasi sekadar mengunggah foto dan berita menyangkut SteelSeries melalui akun media sosial miliknya.



Bagaimana dia menyeimbangkan kehidupannya sebagai seorang mahasiswi semester 7 dengan pekerjaannya sebagai manajer dan brand ambassador.

"Kerjaan saya sebagai manajer dan brand ambassador masih bisa dibilang sejalur, makanya, saya enggak terlalu susah menyeimbangkan keduanya. Yang agak sulit itu, menyeimbangkan pekerjaan dengan kuliah," kata Kelly.

Tidak jarang dia harus mengorbankan waktu belajarnya demi dapat menemani TEAMnxl> di pertandingan. Meskipun begitu, jika sudah terlalu banyak bolos, dia akan meminta izin untuk tak mendampingi TEAMnxl>.

"Dosen saya tidak bilang apa-apa sih, cuma saya sendiri yang merasa tidak enak."

Sementara dari pihak keluarga, Kelly mengaku mendapat dukungan penuh dari sang ibu dan sang adik, yang juga merupakan pemain DOTA 2. Meskipun begitu, sang ayah masih ingin Kelly untuk fokus pada kuliahnya.

"Mungkin karena dia merasa bahwa industri gaming bukanlah industri yang menjanjikan," kata Kelly.

Walaupun begitu, dia bertekad membuktikan diri bahwa dunia game juga menjanjikan.



Untuk saat ini, Kelly merasa pekerjaannya lebih penting dari kuliah karena hal itu memberinya banyak kesempatan yang mungkin tak didapat oleh orang lain, seperti menjadi brand ambassador untuk SteelSeries. "Dan saya tidak harus repot-repot untuk melamar pekerjaan ini," kata Kelly.

Meski pekerjaan utamanya adalah sebagai manajer TEAMnxl> dan brand ambassador SteelSeries, Kelly tetap suka bermain DOTA 2. Walaupun begitu, dia mengakui tak berniat untuk membuat tim gamer profesionalnya sendiri.

"Saya merasa skill saya masih kalah jauh jika dibandingkan dengan pemain pro lainnya," katanya.

Hingga sekarang, dia masih merasa bahwa dia adalah seorang pemula dalam game DOTA 2. Semakin lama dia menekuni DOTA 2, dia justru semakin merasa banyak orang yang jauh lebih hebat darinya.

Di masa depan, Kelly tetap ingin berada di dunia gaming. Cita-citanya sebenarnya menjadi seorang wiraswasta. Meskipun begitu, dia tak ingin keluar dari dunia gaming yang memang sudah terlanjur mencuri hatinya.

"Saya sih inginnya jadi pedagang, tetapi barang yang dijual ya masih ada hubungannya dengan industri gaming, seperti perangkat gaming misalnya," kata Kelly.

Kelly berhasil menunjukkan bahwa menuntut ilmu sambil bekerja bukanlah sebuah hal yang mustahil. Dia membuktikan bahwa pepatah lama memang benar; di mana ada kemauan, di situ ada jalan. 


(ABE)

Corsair K63, Keyboard Mekanis Murah Bukan Murahan
Review Keyboard

Corsair K63, Keyboard Mekanis Murah Bukan Murahan

6 days Ago

Corsair K63 merupakan salah satu keyboard gaming paling menarik di tahun ini. 

BERITA LAINNYA
Video /