Alfacart.com

Perbedaan Jadi Pendorong Kemajuan di Berbagai Industri

Lufthi Anggraeni    •    Sabtu, 08 Oct 2016 11:48 WIB
tech and life
Perbedaan Jadi Pendorong Kemajuan di Berbagai Industri
Catherine Hindra Sutjahyo, CEO Alfacart.

Metrotvnews.com, Jakarta: Geliat industri e-commerce di Indonesia tidak menunjukan akan melambat. E-commerce dinilai mampu menjadi solusi yang dapat membantu dalam menyelesaikan permasalahan terkait dengan ketersediaan dan aksesibilitas produk.

Sebagai negara dengan geografis kepulauan, kesenjangan terkait ketersediaan dan aksesibilitas produk di wilayah di Indonesia sangat terasa. Karenanya, industri yang mengombinasikan bidang pemasaran dan perdagangan dengan teknologi dan digitalisasi ini digadang sebagai solusi yang tepat untuk Indonesia.

Pendapat serupa juga diutarakan oleh Catherine Hindra Sutjahyo, CEO Alfacart. E-commerce dinilai perempuan yang akrab disapa dengan nama Cath ini dapat membantu menyelesaikan permasalahan terkait dengan distribusi dan logistik, yang menjadi permasalah utama di ranah pemasaran dan perdagangan di Indonesia.

Solusi dan nilai yang ditawarkan industri e-commerce juga menjadi alasan Cath tertarik untuk terjun ke industri tersebut. Meskipun demikian, setelah terjun ke industri tersebut, perempuan yang sempat bekerja di Zalora ini menemukan bahwa e-commerce memiliki tantangan di berbagai sisi.

Selain distribusi dan logistik, metode pembayaran juga dinilainya menjadi salah satu tantangan yang perlu diperhatikan oleh pelaku e-commerce di Indonesia. Menurutnya, hal ini disebabkan oleh masyarakat Indonesia yang cenderung masih tradisional terkait soal metode pembayaran.

"Konsep O2O yang coba ditawarkan Alfacart sesuai untuk keadaan geografis di Indonesia yang berpulau-pulau. Juga untuk masyarakat yang masih tradisional soal payment, dan masih jarang yang menggunakan kartu kredit."

Kondisi Indonesia yang tergolong belum siap terkait metode pembayaran dinilai Catherine, seharusnya menjadi peluang bagi pelaku e-commerce, teknologi dan industri terkait untuk menghadirkan solusi atau metode pembayaran yang lebih sesuai untuk masyarakat Indonesia.

Disinggung soal peran perempuan di industri yang digelutinya, Catherine menyebut kehadiran perempuan, tidak hanya di indsutri e-commerce tapi juga di industri lain, membawa perspektif berbeda di lingkungan pekerjaan.

Kolaborasi antara perspektif tersebut juga mampu menghadirkan pendeketan yang berbeda pula dalam menghadapi suatu permasalahan, sehingga timbul dinamika di lingkungan pekerjaan. Perbedaan yang dihadirkan oleh cara pandang perempuan dan laki-laki ini, lanjut Catherine, juga berperan dalam mengasah kreativitas untuk menghasilkan cara penyelesaian masalah yang lebih baik.



"Sebagai orang yang percaya pada kesetaraan, ini bukan cuma sekadar soal gender, tapi lebih kepada diversity. Perbedaan cara pandang dan pendekatan bisa menimbulkan ide dan solusi lebih baik karena melibatkan pergesekan di dalamnya, sehingga perempuan dan laki-laki bisa maju bersama-sama."

Sementara itu, dukungan terhadap pegawai perempuan juga dihadirkan Alfacart salah satunya melalui fleksibilitas dan keleluasaan waktu terkait permasalahan yang melibatkan keluarga. Namun, jelas Catherine, keleluasan tersebut juga diberikan kepada pegawai laki-laki, sebab Ia ingin menghadirkan budaya seimbang tanpa membedakan gender di perusahaan yang dipimpinnya tersebut.

Namun, Catherine juga menyebut, untuk dapat menggeluti industri e-commerce, baik perempuan maupun laki-laki membutuhkan pemahaman lebih baik terkait bidang yang diminatinya tersebut. Ketersediaan informasi yang semakin mudah didapat, lanjut Catherine, juga mendorong semakin banyaknya perempuan yang tertarik dengan industri e-commerce, sehingga menampilkan nilai yang lebih beragam untuk industri ini.

Sejauh ini, Catherine juga mengaku belum tertarik untuk berganti haluan dan berharap masih dapat membantu mengembangkan industri e-commerce, melalui serangkaian rencana yang diusung Alfacart. Catherine juga berharap kemudahan yang ditawarkan Alfacart terkait pembayaran dan pendistribusian produk dapat menghadirkan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh produk yang mereka butuhkan.


(MMI)