Juliana Chen

Dalam Industri Teknologi, Perempuan Bisa Kalahkan Laki-Laki

Lufthi Anggraeni    •    Jumat, 21 Apr 2017 19:08 WIB
tech and life
Dalam Industri Teknologi, Perempuan Bisa Kalahkan Laki-Laki
Perbedaan kemampuan perempuan dan laki-laki hanya soal pola pikir.

Metrotvnews.com, Jakarta: Identik dengan julukan industrinya laki-laki, kehadiran perempuan di industri teknologi masih dinilai sebagai hal tidak umum oleh sebagian masyarakat.

Industri teknologi yang juga diidentikan dengan komponen dan istilah sulit turut menimbulkan penilaian ketidaksesuaiannya untuk perempuan.

Hal ini dinilai berbeda oleh Juliana Chen, yang kini telah bergabung ke Microsoft Indonesia. Mantan petinggi ASUS Indonesia ini menilai masyarakat memiliki kecenderungan untuk berpikir bahwa perempuan tidak mampu mempelajari atau memahami teknologi seperti kemampuan yang dimiliki laki-laki.

“Namun, itu sebenarnya tidak benar. Bukan berarti juga wanita tidak menyukai teknologi. Mungkin mindset seperti ini juga yang membatasi keterlibatan wanita di industri teknologi, terutama di hal-hal yang lebih teknis.”

Kemunculan pemimpin dan pemilik perusahaan teknologi yang adalah perempuan dinilai Juliana harus mampu mendorong perempuan untuk mengubah pola pikir tersebut. Telah berkecimpung selama 12 tahun di industri teknologi, Juliana menilai perempuan memiliki kelebihan untuk menyeimbangkan antara otak kiri dan otak kanan.

Kemampuan tersebut, lanjutnya, memungkinkan perempuan lebih memahami perasaan dan lebih memperhatikan teman dalam satu tim. Ini memungkinkannya menghadirkan kesan kekeluargaan sehingga membantu memperlancar hubungan secara profesional maupun sosial.

Saat ini, Juliana juga menilai dukungan terhadap pekerja perempuan di perusahaan tempatnya bekerja sudah baik. Hal ini terlihat dengan pemberian kesempatan yang sama antara pegawai perempuan dan laki-laki.



Hanya saja, lanjutnya, kesempatan yang telah diberikan oleh perusahaan maupun industri teknologi secara keseluruhan terkadang tidak dimanfaatkan dengan baik, akibat rasa tidak percaya diri yang dimiliki pegawai perempuan tersebut.

Selama berkecimpung di industri teknologi, Juliana juga melihat tren yang menampilkan perempuan terlibat secara lebih aktif dalam industri ini. Juliana juga memprediksi, tren keterlibatan ini akan mendorong semakin banyak perempuan yang memiliki karir di industri teknologi.

Sementara itu, saat disinggung awal mulanya berkecimpung di industri teknologi, Juliana menyebut industri ini sesuai dengan latar belakang pendidikannya yang merupakan lulusan ilmu komputer dan sistem informasi.

Perkembangan ranah teknologi secara global yang pesat turut mendorongnya untuk menjadikan industri ini sebagai bidang pekerjaannya. Seolah telah jatuh cinta dengan industri teknologi, Juliana juga mengaku memilih menapaki karir di industri ini dan enggan untuk berganti haluan dalam hal bidang karir.



Tidak hanya keengganan berganti haluan karir, Juliana pun menyebut kecintaannya pada industri ini turut mendorongnya untuk mengikuti kursus pemrograman di sela-sela waktu kerjanya, agar selalu relevan dan up-to-date dengan perkembangan teknologi secara umum.

Sementara itu, sebagai perempuan pekerja yang juga seorang istri dan ibu, menyeimbangkan waktu antara karir dan keluarga bukan perkara mudah bagi Juliana. Namun, bukan berarti hal tersebut mustahil untuk dilakukan.

Karenanya, setiap memiliki kesempatan, Juliana mengaku selalu berupaya untuk memprioritaskan perhatiannya untuk keluarga. Juliana menyebut berupaya menyempatkan waktu untuk bermain dengan anak-anak setidaknya pada malam hari setelah pulang kerja, dan mencurahkan waktu sepenuhnya pada akhir pekan dan hari libur.

Disinggung soal cita-citanya dalam karir, Juliana mengungkapkan harapannya untuk memperoleh kesempatan guna memajukan teknologi Indonesia di mata dunia, dari sisi pemrograman maupun grafis komputer.

“Karena menurut saya, kualitas orang Indonesia itu gak kalah dengan kualitas di dunia”, ujarnya menutup wawancara dengan tim Metrotvnews.com.


(MMI)

Tt eSPORTS Ventus Z, Eksentrik dan Kompetitif
Review Mouse

Tt eSPORTS Ventus Z, Eksentrik dan Kompetitif

2 days Ago

Walaupun tidak mirip Level 10M Advanced, Tt eSPORTS Ventus Z adalah mouse┬ájuga mengusung …

BERITA LAINNYA
Video /