Kosmik

Cara Komikus Lokal Bersaing dengan Para 'Penjajah'

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 02 Feb 2017 20:07 WIB
tech and lifepoptech
Cara Komikus Lokal Bersaing dengan Para 'Penjajah'
CEO Kosmik, Sunny Go saat ditemui di kantor Kosmik.

Metrotvnews.com, Jakarta: Dragon Ball dan Doraemon adalah komik pertama yang saya beli. Meski pada awalnya saya membeli komik-komik itu tidak berurutan nomornya, hobi membaca membuat saya tertarik untuk mengumpulkan semua komik Jepang legendaris itu. Lama-lama, judul yang saya baca pun semakin banyak. Namun, semua komik itu buatan Jepang. 

Menginjak bangku kuliah, saya mulai membaca komik buatan Korea Selatan dan Amerika. Selama itu, sesekali, saya melihat komik buatan komikus lokal. Sayangnya, jumlahnya tidak banyak, genre yang ditawarkan pun kurang beragam jika dibandingkan dengan komik-komik buatan luar negeri. Sekarang, keadaan itu sudah berubah.

Saat ini, mulai banyak komik buatan komikus lokal. Kosmik adalah majalah komik yang menampung beberapa judul buatan komikus Tanah Air.

Ketika ditemui di kantor Kosmik, CEO Kosmik, Sunny Go mengaku bahwa salah satu tantangan terbesar di industri komik adalah karena komik lokal harus bersaing dengan komik-komik buatan luar negeri, yang notabene telah ada sejak lama. 

"Kompetisinya sangat berat, karena kita 'sudah dijajah' oleh Jepang sejak tahun 90-an," kata Sunny. "Jadi, otomatis akan dibanding-bandingkan dengan komik Jepang." Khususnya para pembaca muda yang masih menggantungkan diri pada uang jajan. "Ngapain beli komik lokal kalau komik Jepang lebih bagus?"

Hal ini menunjukkan rendahnya kepercayaan pembaca akan kualitas komik Indonesia. Sunny merasa, selama ini, masyarakat belum pernah diberikan komik lokal yang memang benar-bernar mereka sukai. "Untuk mereka, mmebeli komik lokal jadi seperti gambling. Bagus nggak ya?"

Saat ini, Sunny menjelaskan, tidak banyak orang yang tahu akan keberadaan komik Indonesia. Selain itu, tidak banyak pula yang tahu kalau komik Indonesia sekarang sudah memiliki kualitas yang tidak kalah dengan komik buatan Jepang atau Amerika.

"Tantangan terbesar itu marketing, bagaimana kita kasih tahu kalau komik lokal itu ada dan bagus," ujarnya.



Kunci mengalahkan komik asing
Masalah kualitas kreator, Sunny yakin komikus Indonesia tidak kalah. Dia menyebutkan, sudah ada orang-orang Indonesia yang bekerja di Amerika Serikat untuk mengerjakan komik-komik seperti Spider-Man dan Batman. Karena itu, dari segi kualitas, dia yakin dengan kemampuan komikus lokal.

Namun, menurutnya, kunci untuk tidak kalah dari komik asing adalah dengan memberikan cerita yang "dekat dengan kehidupan pembaca".

Dia mengambil komik Si Juki sebagai contoh. Jika diluncurkan di Amerika, kemungkinan ia tidak akan laku karena gambarnya "tidak bombastis". Namun, di Indonesia, komik Si Juki populer karena ceritanya yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

"Nggak perlu gambar keren untuk bisa laku," katanya. "Komik utamanya adalah media hiburan. Yang penting, bagaimana kita bisa menghibur pembaca. Ceritanya harus mengena di hati pembaca."



Dalam hal ini, kreator lokal punya kelebihan. Karena hanya orang Indonesia yang tahu seluk beluk kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia. 

"Di sini, orang Indonesia punya advantage. Si Juki nggak bisa dibuat oleh orang Jepang. Mereka bisa menghibur kita dengan mengekspor budaya mereka, tapi Juki cuma bisa dibuat oleh orang Indonesia," katanya. Karena itulah, dia berpendapat, kunci sukses sebagai komikus adalah dengan membuat "komik yang tidak bisa dibuat oleh orang luar negeri."

"Karena kalau mereka bisa bikin, kita kalah. Pengalaman mereka lebih banyak, teknik lebih kuat," kata Sunny. "Kita harus berikan sesuatu yang mereka nggak punya."

Dan keunikan yang Sunny maksud di sini bukanlah sekadar gambar. Berkat internet, orang-orang yang ingin belajar menggambar dapat belajar secara otodidak dengan bantuan YouTube. Alhasil, gaya gambar mereka akan menjadi perpaduan dari beberapa negara. Sunny menyebutkan, ada 3 "kiblat" gaya menggambar saat ini, yaitu Jepang, Amerika dan Eropa.

"Komik Indonesia harus punya identitas. Dan itu bukan dari gambar, tapi dari materi cerita," katanya.

Kosmik, ideal, dan bisnis
Sunny mengaku, awal mula dia tertarik untuk membuat Kosmik adalah karena dia ingin bekerja di bidang komik. Namun, ketika itu, belum ada kesempatan untuk bekerja di Indonesia. Alhasil, dia bekerja di Amerika, yang industri komiknya telah jauh lebih maju.

"Untuk kami yang pernah bekerja di luar negeri, untuk bisa kembali bekerja di dunia komik, terasa beda banget," kata Sunny. "Di sana bayarannya tinggi dan segala macam. Di Indonesia belum punya kayak gitu."

"Kita mau ngebangun industri di Indonesia. Jadi, anak-anak muda yang mau masuk industri ini bisa berkarya. Kami lihat potensinya banyak banget. Orang Indonesia kaya akan cerita dan orangnya suka bercerita. Jadi agak aneh kalau kita ngak bisapunya komik sendiri," ujarnya.

Dia bercerita, dia bukannya tidak senang mengerjakan komik-komik populer seperti Spider-Man. Namun, dia merasa tidak puas sekadar menjadi "tukang". 



"Kita kerjain Superman dan Batman, kita senang ngerjainnya. Tapi itu bukan punya kita. Kita nggak pernah punya apa-apa, kita cuma jadi tukang atau jadi pasar," ujarnya. Dia merasa, Indonesia terlalu besar untuk sekadar jadi pasar dan pekerja saja.

Dengan keberadaan Kosmik dan platform seperti Webtoon, Sunny merasa, saat ini, sangat memungkinkan menjadikan komikus sebagai pekerjaan. 

"Tips dari saya, ceritain diri Anda. Personal story, your story," katanya. Bukan masalah jika Anda mengambil tema yang umum, seperti superhero misalnya. Namun, dia menyarankan, bumbui cerita itu dengan sesuatu yang unik yang ada dalam diri Anda.

"Misalnya buat komik superhero. Kenapa ini beda dari yang dibuat Jepang? Kenapa harus Anda yang buat? Kenapa harus dirilis sekarang?" Dia mencontohkan, karena sekarang Indonesia sedang terpecah oleh politik, maka Anda bisa membuat cerita tentang itu. "Tapi, ya jangan semakin memperkeruh keadaan."


(MMI)

Sharkoon M25-W, Keren Berkat Paduan Hitam-Putih
Review Casing

Sharkoon M25-W, Keren Berkat Paduan Hitam-Putih

1 week Ago

Produk casing berikutnya yang datang ke meja pengujian Metrotvnews.com adalah Sharkoon M25-W.…

BERITA LAINNYA
Video /