Megawaty Khie

Transformasi Digital Bukan Pilihan

Lufthi Anggraeni    •    Minggu, 13 Aug 2017 07:45 WIB
tech and lifesap
Transformasi Digital Bukan Pilihan
Vice President SAP SuccesFactors, Megawaty Khie.

Metrotvnews.com, Jakarta: Transformasi digital menjadi hal yang tengah marak diperbincangkan di berbagai industri. Namun, hal tersebut bukanlah opsi, melainkan merupakan keharusan yang telah dilakukan oleh perusahaan untuk terus dapat berkompetisi di pasar.

Keharusan melakukan transformasi digital ini juga telah disadari oleh perusahaan konsumen SAP, seperti yang disampaikan oleh Vice President SAP SuccesFactors, Megawaty Khie. Hal ini turut membantu SAP dalam memberikan saran dan solusi yang tepat untuk mendorong transformasi digital tersebut.

Transformasi digital juga didorong oleh pangsa pasar baru yang ingin dirangkul oleh perusahaan, serta keinginan konsumen dari perusahaan yang umumnya saat ini lebih memahami dan menginginkan keterlibatan teknologi dalam menikmati layanan yang dihadirkan oleh suatu perusahaan.

"Untuk menjalani bisnis, harus dilakukan analitik sehingga mereka bisa memprediksikan masa depan. The good thing about analytic, mereka ga bicara soal historic data, tapi pentingnya untuk memprediksi the future. Big data bukan menampung data saja, gimana pentingnya bisa mengelola data tersebut supaya bisa dukung simulasi keputusan mendatang."

Transformasi digital juga disebut Megawaty, tidak melulu berkenaan dengan proses penggantian kertas ke digital seperti yang diyakini sebagai pihak, namun lebih dari itu. Transformasi digital juga terkait pada ekspektasi sumber daya manusia dalam melakukan pekerjaan, memonitor kinerja pegawai, hingga mewawancarai calon pegawai.

Sementara itu, maraknya peretasan yang terjadi di berbagai belahan dunia turut menjadi perhatian SAP, meski Megawaty menyebut perlindungan sudah menjadi bagian dari layanan yang diberikan perusahaannya kepada pelanggan sejak lama. Perlindungan tersebut dihadirkan melalui upgrade atau patch, yang disediakannya di cloud, atau digulirkan kepada software on premise.



Tidak hanya upgrade soal perlindungan terkait software, perlindungan lain yang ditawarkan SAP termasuk perubahan terkait regulasi yang tersedia di masing-masing negara pelanggannya. Menghadirkan solusi aplikasi di bidang keuangan, SAP turut secara aktif mencari tahu perubahan peraturan perpajakan di negara pelanggan, agar segera dapat menghadirkan solusi yang lebih sesuai.

Saat ini, peluang dan kondisi pasar SAP di Indonesia juga dinilai Megawaty tergolong baik, dan SAP telah mengalami penambahan pegawai hingga 100 persen. Meskipun demikian, Megawaty tetap berharap pasar Indonesia akan terus berkembang di masa mendatang, yang dinilainya berpeluang besar mengingat dukungan yang dihadirkan presiden dan pemerintah melalui perbangunan infrastruktur yang gencar.

Menyoal ketertarikan cloud sebagai salah satu layanan yang ditawarkannya, Megawaty menyebut wilayah di luar Jakarta menunjukan minat mereka dalam memanfaatkan layanan tersebut. Hanya saja, kecepatan internet yang belum terlalu memadai dibandingkan di Jakarta disebutnya sebagai salah satu kendala dan kekhawatiran yang menghambat penggunaan teknologi ini secara lebih luas.

"Ketertarikan penggunaan cloud di luar jakarta, mereka mau karena cloud kan berlangganan jadi lebih murah. Kendala dan kekhawatirannya di internet bandwidth. Mereka khawatir kalau taruh di cloud, nanti kecepatan internet lambat dan ga bisa akses data."

Namun, Jakarta dan Surabaya dinilai Megawaty tidak mengalami permasalahan berarti terkait penerapan cloud, sehingga SAP menjadikan keduanya sebagai wilayan fokus pemasaran solusi yang ditawarkannya. Hal ini juga didorong oleh keberadaan pihak pengambil keputusan dari perusahaan yang terpusat di Jakarta.

Selain itu, selain merambah konsumen secara lebih luas, SAP juga menargetkan untuk mempekerjakan lebih banyak kaum milenial berbakat. Untuk mencapai target ini, SAP memiliki sejumlah program termasuk Early Talent Program, serta Sales Academy, berisi pelatihan selama sembilan bulan di Amerika Serikat untuk kemudian kembali dan bekerja di Indonesia.

SAP juga terfokus pada program Woman in Management, bertujuan untuk menghadirkan lebih banyak pejabat perempuan di jajaran direksi perusahaan. Secara global, program tersebut menargetkan kehadiran pejabat perempuan sebanyak 25 persen, meski untuk Indonesia, target tersebut sudah terpenuhi.

Disinggung soal alasan keterlibatannya di industri teknologi, Megawaty mengaku memiliki ketertarikan besar kepada ranah teknologi sejak lama. Ketertarikannya tersebut didasari oleh peluang untuk terus belajar yang ditawarkan oleh ranah yang berkembang secara cepat ini.



Selain itu, teknologi juga dinilainya tidak hanya sebagai sarana untuk menghubungkan orang, tapi juga sebagai untuk menjadikan dunia lebih baik. Namun, hal tersebut juga dinilai Megawaty, bergantung pada cara manusia dalam memanfaatkan teknologi tersebut.

"The fact bahwa IT bisa improve people, i enjoy it. Karena teknologi bisa ada di bidang apa saja di kehidupan manusia."

Pendapat tersebut turut mendorong Megawaty menyakini bahwa industri teknologi memerlukan lebih banyak keterlibatan perempuan. Perempuan yang sebelumnya menjabat sebagai Vice President & Managing Director SAP Indonesia ini juga mengutarakan ketidaksetujuannya akan pendapat bahwa ranah TI sebagai bidangnya kaum laki-laki.

Sebab menurutnya, teknologi merupakan ranah dengan kesetaraan derajat untuk bersaing, yang memungkinkan semua orang berpartisipasi dan berkontribusi, terlepas dari batasan terkait gender mereka. Megawaty turut menyebut, perbedaan terletak pada kapasitas dan kemauan yang dimiliki oleh masing-masing orang.

Karenanya, Megawaty kian mendorong perempuan untuk berkecimpung di ranah TI, tidak hanya dengan bergabung dengan perusahaan TI tapi dapat dilakukan dengan mendirikan perusahaan rintisan yang terkait dengan ranah ini.

Penutup percakapan dengan kami, Megawaty menyarankan perempuan untuk memberanikan diri dan mengabaikan kekhawatiran yang muncul pada diri perempuan, untuk dapat berkecimpung di ranah TI maupun ranah lainnya.

"Kalau memang suka, we should go in. Keberanian harus dari kita sendiri, karena our happiness tidak bergantung pada orang lain. We create our hapiness."


(MMI)

Lenovo K6 Power, Saat Baterai adalah Segalanya
Review Smartphone

Lenovo K6 Power, Saat Baterai adalah Segalanya

3 days Ago

Melihat sepak terjang Lenovo selama ini, mereka tampaknya sadar betul bahwa konsumen Indonesia …

BERITA LAINNYA
Video /