Tips & Trik

Cara Mengenali Aplikasi yang Aman di Google Play Store

Cahyandaru Kuncorojati    •    Jumat, 21 Sep 2018 15:44 WIB
tips dan trik teknologicyber securityAvast
Cara Mengenali Aplikasi yang Aman di Google Play Store
Ilustrasi.

Jakarta: Google selalu menyebutkan bahwa aplikasi yang disediakan lewat Play Store bisa dijamin keamanannya. Kenyataannya, beberapa perusahaan keamanan siber atau antivirus menemukan ada aplikasi palsu dan berbahaya di Play Store.

Artinya, pengguna smartphone berbasis Android tetap dituntut untuk jeli menilai aplikasi yang tersedia di Google Play Store. Menurut tips dan trik yang dibagikan oleh perusahaan keamanan siber Avast, pengguna tidak dianjurkan langsung mengunduh aplikasi yang dianggap menarik.

Berikut ini beberapa langkah yang harus Anda lakukan sebelum mengunduh aplikasi. Ini demi menghindari bahaya berupa malware yang ditanamkan di dalam aplikasi palsu:

1. Periksa kesalahan pengetikan judul dan deskripsi
Setiap aplikasi memiliki judul dan deskrip terkait fungsi atau fitur yang diatwarkan. Hal ini penting karena sebagai cara untuk menarik minat penggunanya.

Pengembang aplikasi (developer) palsu umumnya malas membuat deskripsi lengkap dan menarik atau bahkan meniru nama aplikasi lain yang ditiru.

2. Baca ulasan atau review aplikasi
Di Google Play Store bagian bawah aplikasi selalu tersedia ulasan pengguna lainnya, aplikasi yang bagus biasanya ulasannya juga bagus, tapi hal ini tidak selamanya benar.

Apabila ulasan terlalu bagus atau memuji kemungkinan ulasan tersebut palsu atau dibuat menggunakan akun Google lain. Namun, biasanya pengguna lain akan meninggalkan peringatan di kolom ulasan apabila mereka lebih dulu menyadari aplikasi tersebut adalah palsu.

3. Lihat statistik unduhan
Apabila sebuah aplikasi yang memiliki nama dan tampilan serupa aplikasi populer justru tidak memiliki jumlah unduhan yang besar maka kemungkinan aplikasi tersebut palsu. Hal ini juga berlaku apabila sebuah aplikasi tidak memiliki jumlah unduhan yang sedikit.

4. Lihat akses yang diminta
Di halaman Google Play Store sebuah aplikasi biasanya di bagian bawah akan tersedia opsi bernama "permission details" yang berisi izin akses apa yang dibutuhkan aplikasi pada smartphone Anda.

Periksa kembali dengan seksama setiap izin akses yang dibutuhkan aplikasi, apakah ada yang terasa aneh atau menurut Anda berbahaya untuk keamanan data di smartphone.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.