Tips & Trik

Prosesor Octa-core Bukan Berarti Lebih Kencang dari Quad-Core!

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 06 Feb 2017 18:09 WIB
teknologitips dan trik teknologihardware
Prosesor Octa-core Bukan Berarti Lebih Kencang dari Quad-Core!
Ilustrasi prosesor mobile.

Metrotvnews.com, Jakarta: Saat Anda hendak membeli smartphone Android, ada banyak kriteria yang harus Anda perhatikan. Salah satunya adalah prosesor.

Octa-core dan quad-core adalah jargon yang biasa digunakan oleh vendor smartphone. Biasanya, jargon ini digunakan untuk menyederhanakan teknologi sehingga mudah dimengerti. Namun, terkadang hal ini justru membuat para vendor tidak sepenuhnya jujur dengan pelanggan.

Misalnya dalam hal prosesor. Hanya karena prosesor octa-core memiliki 8 inti, bukan berarti ia selalu lebih baik dari prosesor quad-core. Sama seperti kamera. Memiliki resolusi lebih besar tidak menjanjikan hasil foto yang lebih baik. Penjelasan lebih mendalam mengenai inti prosesor mobile ini bisa dilihat pada artikel berikut.

Semakin banyak core yang dimiliki sebuah prosesor tidak melulu berarti ia lebih baik. Core yang lebih banyak akan lebih baik hanya jika software yang digunakan pada ponsel dapat memanfaatkan core yang banyak itu. Ada banyak faktor yang menentukan performa dan efisiensi prosesor, seperti arsitektur dari prosesor itu sendiri, seperti yang disebutkan oleh Make Use Of.



Satu hal paling penting yang menentukan efisiensi inti prosesor adalah software. Misalnya, game mobile biasanya dioptimalkan untuk memanfaatkan beberapa core untuk memberikan performa yang terbaik. Namun, tidak semua game dapat memanfaatkan core yang banyak.

Tidak semua aplikasi dirancang seperti game. Faktanya, kebanyakan aplikasi dibuat untuk hanya menggunakan satu atau dua core saja. Meskipun begitu, prosesor masih akan mengaktifkan semua core, dan hal ini justru memboroskan baterai ponsel.

Hal lain yang memengaruhi performa prosesor adalah desain. Saaat ini, ada beberapa perusahaan yang membuat prosesor untuk ponsel Android. Namun, hanya ada 2 aristektur utama, yaitu ARM dan Intel. Dua perusahaan ini memiliki konsep yang berbeda terkait bagaimana cara kerja terbaik sebuah prosesor. 

Banyak perusahaan pembuat prosesor seperti Qualcomm, Samsung, NVIDIA dan MediaTek menggunakan desain ARM sebagai referensi saat membuat prosesor. Sementara Intel membuat prosesor berdasarkan arsitekturnya sendiri. 

ARM
Saat ini, ARM menjadi pemimpin di industri prosesor mobile. Mereka bekerja sama dengan berbagai manufaktur prosesor mobile. ARM juga menjadi pelopor ideologi big.LITTLE. Aristektur big.LITTLE berarti, sebuah prosesor akan memiliki 2 prosesor quad-core.

Satu prosesor quad-core fokus untuk memberikan performa tinggi, sementara satu prosesor lainnya berfungsi untuk menghemat daya meski tidak memberikan performa yang sama baiknya. Biasanya, kedua prosesor ini tidak bekerja pada saat bersamaan. 



Octa-core vs. quad-core
Octa berarti "delapan". Jadi, secara teknis, prosesor quad-core dengan arsitektur big.LITTLE juga dapat disebut prosesor octa-core. Namun, ia tidak diklaim sebagai octa-core karena kedelapannya tidak bekerja pada saat bersamaan.

Karena itulah, ada vendor smartphone yang mengiklankan smartphone mereka menggunakan prosesor "octa-core yang sebenarnya", yaitu ketika kedelapan core pada prosesor bekerja pada saat yang sama. Lucunya, ada banyak aplikasi dan game yang bisa berjalan dengan baik pada prosesor quad-core.

Secara teori, prosesor octa-core dapat bekerja lebih baik daripada prosesor quad-core. Namun, jika sebuah aplikasi tidak bisa mengoptimalkan kedelapan core yang ada, maka core yang lebih banyak tidak akan memberikan performa yang lebih baik.



Selain jumlah core, hal lain yang membedakan performa prosesor adalah pasangan prosesor yang digunakan. Misalnya pada jajaran prosesor Cortex-A milik ARM, masing-masing memiliki performa yang berbeda. Inilah jajaran prosesor dalam lini Cortex-A, dari yang performanya paling baik ke yang kurang baik: A72, A57, A53, A17, A15, A9, A7 dan A5.

MediaTek MT6592 yang pertama kali diumumkan pada 2013, memiliki 8 ARM Cortex-A7 yang dapat berjalan pada saat bersamaan, dengan kecepatan antara 1.7GHz sampai 2GHz.

Sementara itu, NVIDIA Tegra 4, yang juga diumumkan pada 2013, merupakan prosesor quad-core yang menggunakan core ARM A15. Meskipun Tegra 4 adalah prosesor quad-core, karena ia menggunakan core dengan kualitas yang lebih baik, maka ia memberikan performa yang lebih baik daripada MT6592. 

Hal ini membuktikan bahwa tidak semua prosesor octa-core lebih baik dari prosesor quad-core.

Bagaimana cara memilih smartphone terbaik?
Arsitektur prosesor adalah masalah yang rumit. Ada beberapa faktor yang menentukan kualitas prosesor pada ponsel Anda, misalnya proses manufaktur. Selain itu, prosesor bukanlah satu-satunya elemen yang menentukan performa perangkat Anda.

Jadi, sebaiknya Anda tidak menggunakan jargon seperti "quad-core" atau "octa-core" untuk menentukan kualitas performa smartphone. Sebagai gantinya, perhatikan bagaimana performa sebuah perangkat secara keseluruhan.

Sebelum membeli ponsel baru, sebaiknya Anda mencari review terkait ponsel tersebut. Dengan begitu, Anda bisa tahu bagaimana performa ponsel itu. Terkadang, ia akan dibandingkan dengan pesaingnya. Anda bisa membaca lebih jauh mengenai ulasan smartphone di Metrotvnews.com via topik ini.


(MMI)

Tt eSPORTS Ventus Z, Eksentrik dan Kompetitif
Review Mouse

Tt eSPORTS Ventus Z, Eksentrik dan Kompetitif

3 days Ago

Walaupun tidak mirip Level 10M Advanced, Tt eSPORTS Ventus Z adalah mouse¬†juga mengusung …

BERITA LAINNYA
Video /