Ramadan 2017

Begini Cara Menanggapi Berbagai Informasi yang Muncul di Media Sosial

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 16 Jun 2017 22:58 WIB
media sosialinternettips dan trik teknologiramadan 2017
Begini Cara Menanggapi Berbagai Informasi yang Muncul di Media Sosial
Ilustrasi. (Photo remixed from an original by Peter Bernik)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pada awal bulan Juni, MUI mengeluarkan fatwa muamalah medsosiyah. Alasan MUI mengeluarkan fatwa ini adalah karena belakangan, media sosial memiliki dampak buruk. Sayangnya, tidak semua orang akan mematuhi fatwa ini.

Pernahkah Anda menemukan orang yang cuma mengatakan hal-hal kasar, tidak ada hubungan dengan topik dalam post pembuka atau komentar menyebalkan yang sudah pasti akan membuat Anda kesal? Cara terbaik untuk menghadapi orang-orang reseh yang sering disebut internet troll ini adalah dengan mengacuhkan mereka. 

Namun, seperti yang disebutkan dalam Lifehacker, mengacuhkan para troll ini cukup sulit untuk dilakukan. Inilah beberapa hal yang harus Anda perhatikan ketika menemui internet troll.

1. Jangan tanggapi troll
Anda mungkin sudah sering mendengar nasehat ini. Ini adalah aturan penting saat bergabung dengan komunitas internet, seperti forum atau media sosial. Cara terbaik untuk mengatasi troll adalah dengan menghindari mereka. Kebanyakan troll sangat senang saat ada orang yang mengonfrontasi mereka. Karena tujuan utama mereka adalah untuk mendapatkan perhatian. Jadi, dengan mengacuhkan mereka, Anda membuat mereka tidak mencapai tujuannya.

Jika Anda di platform yang memungkinkan untuk memblokir komentar atau sang komentator, Anda bisa lakukan itu. Memang menggoda untuk merespons para troll, tapi jangan tanggapi mereka, bahkan untuk meminta mereka berhenti. Komentar sederhana sekalipun, seperti "Tolong berhenti" atau "Pergilah, troll" akan membuat sang troll mendapat perhatian ekstra. 

2. Troll menyerang rasa bosannya, bukan Anda
Cara termudah untuk mengetahui apakah seseorang adalah troll adalah ketika komentarnya tidak terlihat memiliki alasan/basis yang jelas. Troll akan marah dan secara sengaja berbicara kasar untuk membuat Anda membalas omongannya. Biasanya, troll tidak memberikan komentar yang berbobot. Dalam pernyataan mereka, Anda akan melihat karakteristik. "Saya paling benar, orang lain salah".

Jika kritik seorang tidak memiliki nilai, sebaiknya Anda tidak terlalu memerhatikannya. Jangan abiskan waktu dan energi Anda untuk orang-orang yang membenci Anda. Mereka membenci karena mereka bosan, bukan karena Anda melakukan sesuatu yang salah.

3. Menanggapi troll hanya buang-buang tenaga
Apa penting menghabiskan energi Anda untuk mengkhawatirkan apa yang seorang troll katakan tentang Anda? Tidak. 

Blogger Scott Stratten mengatakan, "Pada dasarnya, emosi Anda terbatas. Anda seharusnya hanya mengeluarkan emosi Anda saat berinteraksi dengan orang-orang yang menghargai emosi Anda, menghargai Anda bukan orang-orang yang bermain World of Warcraft selama 36 jam dan marah karena dia kalah."

Hanya karena internet dipenuhi dengna orang-orang menyebalkan bukan berarti tidak ada orang baik di sana. Waktu yang Anda habiskan untuk berdebat dengan troll bisa Anda gunakan untuk membahas hal penting dengan orang lain.

4. Belajar untuk menertawai situasi
Pemikiran yang positif dapat membantu Anda menghadapi troll. Memang, Anda bisa saja tidak menanggapi troll. Namun, troll akan tetap memiliki pengaruh pada Anda. Cara terbaik untuk tidak membuat emosi Anda tidak terguncang adalah dengan belajar menertawai sebuah keadaan. 

Seperti yang dikatkan oleh kontributor Forbes, Susannah Breslin, "Jika kepala Anda sering terpukul, kepala Anda akan jadi mati rasa." Mungkin perkataan ini terdengar tidak sensitif, tapi itu benar. Satu hal yang harus Anda ingat adalah semakin sering troll menganggu Anda, kemungkinan, mereka melihat Anda sebagai orang yang memiliki pengaruh. Itu artinya, Anda telah melakukan sesuatu yang benar.

5. Cara menanggapi ketika Anda terlanjur terjebak
Ketika Anda sudah terlanjur terjebak berdiskusi dengan seorang troll, Anda bisa menggunakan terapi kognitif. Caranya, Anda bisa meminta sang troll untuk menjelaskan ap ayang dia maksud, interogasi sang troll

Saat ada seseorang yang menjelek-jelekkan sesuatu atau seseorang, Android misalnya, Anda bisa menanyakan, "Apa yang membuat Anda berpikir Android itu jelek? Apa yang salah dengan OS itu?"

Anda juga bisa setuju dengan sang troll, tapi menggunakan bahasa yang lebih halus. Misalnya, "Ya, iOS memang OS yang bagus, dan saya tahu Android memang belum sempurna." atau "Tidak masalah kalau Anda lebih suka iOS."

Sebagian orang mungkin tidak setuju dengan metode ini. Namun, jika Anda sudah terlanjur terjebak merespons troll, Anda bisa mencoba untuk "membunuh" mereka dengan kebaikan. 

6. Belajar untuk membedakan troll dengan saran membangun
Dalam beberapa kasus, terkadang orang bukan berusaha mengganggu Anda, mereka hanya tidak tahu cara menyampaikan kritik dengan baik. Jika Anda bisa melihat adanya kritik membangun dari komentar/argumen seseorang, tidak ada salahnya Anda mendengarkan omongan orang tersebut.


(MMI)

Begini Performa Ponsel Selfie Xiaomi Redmi S2
Review Smartphone

Begini Performa Ponsel Selfie Xiaomi Redmi S2

2 weeks Ago

Xiaomi masuk industri smartphone selfie dengan merilis Xiaomi Redmi S2. Begini performanya. …

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.