Tips & Trik

Perbedaan micro-USB dan USB Type-C

Lufthi Anggraeni    •    Selasa, 01 Jan 2019 17:05 WIB
teknologitips dan trik teknologi
Perbedaan micro-USB dan USB Type-C
Ini perbedaan micro-USB dan USB Type-C yang sering ditemukan pada perangkat mobile seperti ponsel.

Jakarta: Sejumlah produsen perangkat, terutama smartphone, mulai menggunakan konektor USB Type-C pada perangkatnya. Sebelum tipe ini dikenal diperkenalkan produsen, perangkat mobile seperti ponsel dan tablet umumnya menggunakan micro-USB sebagai konektor standar.

Memiliki fungsi sebagai alat penyalur daya untuk mengisi baterai perangkat serta mengirimkan file antar perangkat via kabel, kedua tipe juga mengusung perbedaan. Secara sederhana, perbedaan dua tipe USB ini terlihat pada ujung steker yang dihubungkan ke port di perangkat.

Tipe micro-USB hadir dengan ujung yang berbentuk melengkung di satu sisi dan datar di sisi lain. Hal ini mengakibatkan pengguna harus memasukan steker dalam posisi yang benar agar dapat berfungsi dengan baik.

Hal ini berbeda dengan USB Type-C yang hadir dengan steker berbentuk melengkung di masing-masing sisi, meski dalam hal ukuran serupa dengan micro-USB. Bentuk tersebut memberikan keunggulan terkait dengan orientasi menghubungkan steker ke port.

Dengan kata lain, pengguna tidak perlu khawatir melakukan kesalahan, seperti terbalik, dalam menghubungkan kabel USB ke port pada perangkat. Selain desain, perbedaan juga ditemukan dalam hal teknis.

Secara teknis, micro-USB berbekal kemampuan transfer data dengan kecepatan hingga 5Gbps, dan output daya maksimal berkapasitas 5V dan 1,8A. Sementara itu, USB Type-C berbekal kemampuan transfer data dengan kecepatan hingga 10Gbps, dan output daya maksimal berkapasitas 20V dan 5A.

Sebagai informasi, konektor micro-USB ini pertama kali mulai tersedia di perangkat pada tahun 2008, sedangkan konektor USB Type-C yang mulai diadopsi sebagai konektor standar di perangkat mobile ini pertama kali tersedia pada tahun 2013.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.