Tips & Trik

Kenapa Selalu Susah Sinyal di Lift?

Lufthi Anggraeni    •    Senin, 04 Feb 2019 16:36 WIB
Kenapa Selalu Susah Sinyal di Lift?
Bahan metal dan komponen listrik pada lift menjadi faktor penghambat sinyal diterima oleh ponsel.

Jakarta: Panggilan telepon via aplikasi pesan instan seperti WhatsApp atau panggilan telepon versi standar sering kali terputus atau menjadi tidak jelas saat memasuki wilayah tertentu, termasuk juga elevator atau lebih dikenal masyarakat sebagai Lift.

Peristiwa yang terjadi di lift ini mungkin seringkali Anda alami saat mengunjungi kantor atau pusat perbelanjaan. Sebab, sinyal merupakan gelombang radio elektromagnetik yang terpancar di dari tiang pemancar dan diterima oleh perangkat, serta sebaliknya.

Pemancaran sinyal ini sangat terpengaruh dengan konstruksi bangunan di lingkungan, terutama dalam ruang terbatas, dalam hal ini adalah lift. Hal ini disebabkan oleh bahan yang digunakan oleh lift, yaitu bahan metal, dengan ketebalan yang tebal.

Selain itu, lift umumnya berada dalam bangunan berongga dalam gedung serta didukung oleh komponen listrik. Penggunaan bahan, lokasi lift serta komponen listrik ini menjadi faktor penghalang yang sulit ditembus oleh sinyal seluler.

Jika sinyal dapat menembus bahan pembuat lift, umumnya performa sinyal tidak akan sekuat saat berada di luar lift, sehingga panggilan telepon atau penerimaan pesan cenderung mengalami kesulitan untuk dapat diterima dengan baik.

Untuk mengatasi hal ini, Anda hanya dapat mengandalkan penerimaan sinyal lebih kuat dan posisi dari lift tersebut. Namun, sejumlah gedung menyediakan penguat sinyal dalam ruangan, diklaim mampu mengurangi energi statis dan meningkatkan kemampuan ponsel menerima sinyal.

Atau, Anda dapat membeli dan mengunduh layanan penguat sinyal dari internet, dan memasukan nama penyedia layanan komunikasi dan informasi lain yang dibutuhkan. Namun, Anda juga harus memperhatikan kompatibilitas layanan dengan perangkat sebelum membeli, mengunduh dan menginstalnya di perangkat.

Pada sejumlah ponsel unggulan, fitur penguat sinyal ini telah tersedia dan aktif secara bawaan, sehingga Anda dapat menikmati fitur tersebut tanpa perlu repot menyesuaikan pengaturan.
(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.