Tips & Trik

Jangan Mudah Tertipu Hoaks, Ini Langkahnya

Cahyandaru Kuncorojati    •    Senin, 08 Jan 2018 16:39 WIB
tips dan trik teknologi
Jangan Mudah Tertipu Hoaks, Ini Langkahnya
Hati-hati terhadap sesuatu yang beredar di internet karena kini semakin banyak berita hoaks yang disebar memanfaatkan internet.

Jakarta: Semakin banyak masyarakat Indonesia yang bisa mengakses internet. Sayangnya, hal ini tidak dibarengi dengan sikap kritis. Salah satunya saat mereka mendapatkan kabar atau konten di internet yang sedang viral atau ramai dibicarakan.

Dalam beberapa kasus kerap terjadi bahwa berita tersebut rupanya hanya hoax atau berita palsu, lebih parahnya lagi bukan hanya percaya tapi masyarakat di Indonesia juga menyebarkan lagi hoax tersebut.

Dewasa ini kita sudah tahu betapa bahayanya konten hoax terhadap kehidupan sosial. Jadi setiap pengguna internet sebaiknya semakin kritis menanggapi sebuah kabar yang kebenarannya belum diketahui.

Berikut ini Medcom.id sudah merangkum 4 langkah mudah untuk memastikan sebuah berita atau foto hoax atau tidak.

1. Mengetahui penggunaan kata dalam hoaks
Apabila Anda pernah menemukan berita yang ternyata hoax sebaiknya Anda mengingatnya kembali. Biasanya dalam sebuah berita yang terindikasi hoax akan menggunakan kata seperti 'sebarkanlah!' dan sejenisnya.

Dalam penulisannya juga terkesan tidak seusudai dengan kaidah bahasa Indonesia atau penulisan yang layak. Misalnya banyak menggunakan huruf besar, tanda seru, maupun huruf yang dipertebal penulisannya.

Berita yang hoax kerap mencantumkan sumber referensi agar terlihat asli tapi sebagian besar dari pembacanya enggan mengecek sumber yang disebutkan. Biasanya sumber yang disebutkan berasal dari berita atau kejadian lama. Seringkali kejadian tersebut juga tidak mencantumkan tanggal yang jelas.

Apabila berita hoax ini mencantumkan nama sumber berita, saat Anda cari maka Anda tidak akan menemukan berita itu atau kemungkinan besar link atau tautan sumber itu sudah mati atau memang tidak ada. Anda juga harus bisa membedakan mana fakta dan opini pribadi. Pastikan selalu untuk mengacu ke sumber yang berasal dari media resmi.

2. Cari berita serupa di Google 
Mesin pencarian Google memungkinkan Anda untuk mencari segala sesuatu yang Anda inginkan. Manfaatkan teknologi tersebut untuk mencari kebenaran tentang sebuah berita. Pertama buka pencarian Google di aplikasi peramban yang terpasang di aplikasi Anda.

Lalu ketikkan salah satu kata kunci dari berita hoax yang ingin Anda cari kebenarannnya. Nanti Anda kana menemukan beragam sumber terkait berita tersebut. Dari seluruh hasil pencarian yang disajikan, sangat diharapkan Anda tidak membuka dan membaca beberapa hasil pencarian tersebeut.

Jadi Anda bisa menilai berita tersebut hoax atau asli. Kembali lagi, pastikan Anda membandingkan referensi yang dibuat oleh media berita resmi.


3. Menggunakan pencarian Google Images untuk foto
Untuk membuktikan sebuah foto hoax atau asli Anda bisa menggunakan pencarian Google khusus foto. Caranya pertama Anda harus menyimpan foto yang diduga hoax di perangkat komputer atau laptop. Lalu buka alamat pencarian Google Images berikut https://images.google.com/



Pada kolom pencarian pilih ikon kamera sehingga muncul pilihan untuk memasukkan foto yang sudah Anda simpan. Unggah foto yang sudah Anda simpan dan kemudian Google akan langsung memproses foto tersebut dan menyajikan tautan atau link artikel dan berita yang berisi foto tersebut.

Jadi, sekali lagi diharapkan Anda tidak malas untuk mengecek dan membaca beberapa hasil pencarian yang disajikan Google tadi.



4. Pakai layanan pendeteksi hoax buatan Indonesia
Di Indonesia ada kelompok mahasiswa perguran tingggi Institut Teknologi Bandung yang menciptakan layanan pencarian seperti Google tapi ditujukan khusus untuk mencari kebenaran sebuah berita.

Layanan tersebut bernama Hoax Analyzer dan layanan tersebut sudah berhasil membawa tim pembuatnya mewakili Indonesia di ajang Imagine Cup tingkat Asia Tenggara tahun lalu yang diadakan oleh Microsoft.

Anda cukup mengklik tautan ini https://hoaxanalyzer.com/#main untuk menggunakan layanan Hoax Analyzer.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.