Tips & Trik

6 Langkah Perusahaan Cegah Serangan Ransomware

Riandanu Madi Utomo    •    Kamis, 09 Nov 2017 19:07 WIB
cyber security
6 Langkah Perusahaan Cegah Serangan Ransomware
Ransomware merupakan salah satu ancaman utama bisnis digital

Metrotvnews.com, Jakarta: Maraknya ancaman keamanan digital seperti penyebaran ransomware yang semakin luas sudah seharusnya menjadi sorotan penting.

Hal tersebut diungkapkan oleh Dimension Data dan CISCO dalam laporannya yang berjudul Ransomware: The Pervasive Business Disruptor. Dalam laporan tersebut, perusahaan diminta menangkal serangan siber sebelum menjadi perusak bisnis.

Berdasarkan laporan Cisco 2017 Mid-Year Cyber Security Report, ransomware merupakan salah satu ancaman utama bisnis digital.

Pada level global, sekitar 49 persen kegiatan bisnis setidaknya pernah sekali mengalami serangan siber, dan 39 persen diantara adalah serangan ransomware. Di Amerika Serikat, jumlah serangan pun meningkat hingga 300 persen dari tahun 2015 hingga 2016.

Tren ini dapat dikaitkan dengan pertumbuhan ransomware-as-a-service (RaaS) pada paruh pertama tahun 2017, saat pelaku serangan siber menginstruksikan operator platform RaaS untuk melakukan serangan.

"Peningkatan jumlah serangan ransomware pada ekonomi digital membuat setiap perusahaan dijadikan sebagai target," ujar Neville Burdan, GM Security Dimension Data Asia Pasifik.

"Risiko ini pun meningkat seiring dengan mata uang digital dan bitcoin yang telah menjadi hal umum untuk melakukan pembayaran tebusan. Hal tersebut yang menyebabkan serangan siber tidak dapat dilacak. Banyaknya jumlah karyawan yang melakukan pekerjaan secara remote pada gadget pribadi menjadikan risiko tersebut meningkat."

Untuk menangkal ransomware, berikut adalah enam strategi yang dapat diterapkan perusahaan:

Memprediksi dan memberikan informasi sebelum serangan terjadi

Perusahaan hendaknya melakukan penelitian secara aktif tentang perihal yang dibicarakan dalam dark web, eksploitasi baru yang akan digunakan, serta industri dan perusahaan yang akan dijadikan target serangan.

Melindungi

Peralatan Identity and Access management (IAM) merupakan hal penting untuk melindungi perangkat dan komputasi aset perusahaan. Network access control (NAC) memastikan hanya perangkat yang memiliki pengaturan keamanan yang sesuai dan patuh terhadap kebijakan keamanan TI perusahaan dapat melakukan akses ke sistem
perusahaan.

Mendeteksi

Teknologi tersebut harus ditempatkan pada lokasi yang dapat mendeteksi anomali dalam infrastruktur, yaitu pada saat malware telah berhasil menyusupi bagian terakhir atau jaringan. Dengan demikian jaringan pun harus dimonitor untuk mengecek indikator gangguan. Mengaktifkan pendeteksi lintasan AI juga dapat memperlancar proses pendeteksian sebelum tingkat serangan tersebut menjadi lebih buruk.

Merespon

Ketika serangan ransomware telah terdeteksi, para ahli keamanan harus bekerja cepat memblokir saluran komunikasi yang berbahaya pada firewall atau IPS, dan melakukan proses karantina terhadap mesin yang terkena serangan tersebut.

Pemulihan

Proses back up merupakan bagian penting dalam strategi untuk menjalankan pemulihan secara cepat. Sebagai tambahan, sistem back up tersebut diperlukan untuk mencegah penduplikasian dokumen yang dienkripsi secara bahaya oleh ransomware.

Hal ini dapat dicapai dengan menjalankan proses segmentasi yang dinamis serta fitur keamanan yang teratur.


(MMI)

Vivo V7+, Layar Luas Manjakan Pecinta Selfie
Review Smartphone

Vivo V7+, Layar Luas Manjakan Pecinta Selfie

1 day Ago

Vivo V7 Plus kembali mengunggulkan kemampuan kamera depan, yang diklaim mampu memanjakan penggu…

BERITA LAINNYA
Video /