Tips & Trik

Cara Hentikan Aplikasi Windows 10 di Latar

Lufthi Anggraeni    •    Selasa, 02 Jan 2018 22:58 WIB
microsofttips dan trik teknologi
Cara Hentikan Aplikasi Windows 10 di Latar
Hemat daya baterai dengan menghentikan aplikasi bekerja di latar.

Jakarta: Pada Windows 10, aplikasi yang diinstal via Windows Store dirancang untuk bekerja di latar untuk memanfaatkan fitur yang disuguhkan sistem operasi. Fitur tersebut termasuk kemampuan mengunduh data, menampilkan notifikasi, dan lainnya di Live Tiles di menu Start.

Namun, karena selalu bekerja di latar, bahkan saat tidak diakses, aplikasi tersebut akan mengonsumsi daya baterai, data internet dan sumber sistem. Untungnya, Windows 10 berbekal sejumlah opsi untuk mengendalikan aplikasi via aplikasi Settings.

1. Cara menghentikan aplikasi windows bekerja di latar via Settings
Untuk melakukannya, akses Settings, klik Privacy, klik Background apps, dan pada halaman tersebut pilih satu dari dua opsi.



Opsi pertama yaitu nonaktifkan Let apps run in the background untuk menonaktifkan seluruh aplikasi dari Store. Sementara opsi kedua yaitu nonaktifkan tuas pada aplikasi spesifik yang tidak diinginkan.

Setelah menyelesaikan tahap ini, aplikasi Windows 10 yang dikonfigurasikan tidak lagi akan bekerja di latar, dan akan membantu menghemat daya perangkat Anda.

2. Cara menghentikan aplikasi windows bekerja di latar via Battery Saver
Untuk menghentikan aplikasi, Anda juga dapat memanfaatkan mode Battery Saver, yang juga dapat memblokir aplikasi bekerja di latar. Fitur ini aktif secara otomatis saat daya baterai mencapai 20 persen.

Anda dapat mengaktifkan mode secara manual jika perangkat tidak terhubung dengan soket listrik. Untuk mengaktifkan mode Windows 10 Battery Saver, Anda dapat mengakses Settings, klik System, dan klik Battery.



Kemudian pada menu Battery saver, aktifkan Battery saver status until next charge. Cara lain untuk mengaktifkan mode baterai yaitu dengan mengklik ikon baterai di area notifikasi dan klik tombol Battery saver.

Perlu Anda perhatikan bahwa pengaturan tersebut hanya dapat diaplikasikan pada aplikasi yang diinstal melalui Windows Store. Sementara itu, aplikasi tradisional Win32 tidak dapat diatur dengan menggunakan pengaturan ini.

Selamat mencoba!


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.