Tips & Trik

Jangan Unggah Foto Boarding Pass di Media Sosial, Ini Alasannya

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 02 Jan 2019 12:44 WIB
media sosialtips dan trik teknologicyber security
Jangan Unggah Foto Boarding Pass di Media Sosial, Ini Alasannya
Ilustrasi. (Wikipedia)

Jakarta: Jangan unggah foto boarding pass ke media sosial, terutama jika foto itu bisa dilihat oleh siapa saja.

Pada musim liburan seperti tahun baru, banyak orang yang berpergian, baik untuk berlibur atau untuk mengunjungi keluarga. Sering, mereka mengunggah foto perjalanan mereka, termasuk foto boarding pass pesawat. Padahal, hal ini berbahaya. 

“Media sosial kini memang sudah menjadi kebutuhan masyarakat, apalagi esensi liburan kini tidak hanya untuk berkumpul bersama kerabat namun juga membagikannya kepada publik," kata Dony Koesmandarin, Territory Channel Manager, Kaspersky Lab, APAC.

"Jika masin ingin membagikan foto boarding pass di media sosial, sebaiknya, samarkan kode barcode, nama, email, dan informasi penting lainnya. Namun, lebih baik lagi jika Anda hanya membagikan momen perjalanan saat tiba di tempat tujuan."

Apa data yang bisa kriminal siber dapatkan dari foto boarding pass?
Anda mungkin berpikir tidak ada informasi penting pada boarding pass, sehingga menganggap mengunggah foto boarding pass ke media sosial bukan masalah besar. Padahal, ada banyak informasi yang bisa didapatkan oleh kriminal jika mereka ingin berbuat jahat.

Salah satu data yang bisa didapatkan oleh kriminal adalah nomor dari kartu loyalti Anda. Terkadang, hanya dengan nama atau nomor kartu, seorang kriminal siber akan bisa masuk ke akun Anda. 

Data penting lain yang ada di boarding pass adalah Passenger Name Record atau PNR. PNR berupa kode reservasi unik yang digunakan untuk mengenali penumpang di sistem reservasi, termasuk rute dan orang-orang yang berpergian dengan Anda.

Selain itu, PNR juga memiliki informasi terkait tarif dan informasi pembayaran, seperti nomor kartu kredit. Terkadang, PNR juga mencakup informasi berupa nomor telepon, informasi akomodasi di negara tujuan, tanggal lahir, dan passpor. 

Apa yang bisa kriminal lakukan dengan data pada boarding pass Anda?
Kriminal bisa mengetahui waktu keberangkatan dan kepulangan Anda. Ini memungkinkan mereka untuk tahu kapan rumah Anda tidak berpenghuni dan merupakan kesempatan bagi mereka untuk mencuri barang berharga dari rumah Anda.

Para kriminal juga bisa mengubah detail tiket pesawat Anda. Selain mengubah nomor kursi, mereka juga bisa mengubah tanggal penerbangan. Skenario paling buruk, mereka bisa membatalkan tiket Anda.

Bayangkan jika Anda sudah sampai di bandara dan diberitahu bahwa nama Anda tidak termasuk dalam daftar penumpang. 

Kriminal juga bisa menggunakan data dari PNR untuk melakukan rekayasa sosial untuk mengakses akun Anda. Setelah itu, mereka akan bisa melakukan apapun mereka mau, seperti menghabiskan bonus Anda. 

Jika PNR mengandung nomor telepon, scammer akan bisa menduplikasi kartu SIM dan mencuri semua uang Anda dari akun dan bahkan menggunakannya untuk melakukan pembayaran online. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.