Tips & Trik

Cara Hadapi Musim Belanja untuk Pelaku E-Commerce

Lufthi Anggraeni    •    Selasa, 28 Jun 2016 14:52 WIB
tips & trik
Cara Hadapi Musim Belanja untuk Pelaku E-Commerce
Verisign mengumumkan tips untuk pelaku e-commerce dalam menghadapi musim belanja.

Metrotvnews.com, Jakarta: Ranah e-commerce di Indonesia tengah mengalami pertumbuhan pesat. Kemudahan dan kenyamanan berbelanja dengan ujung jari menjadi salah satu daya tarik yang ditawarkan oleh industri ini. Namun, kemudahan tersebut tidak lepas dari bahaya yang mengintai privasi dan data pengguna.

Peningkatan trafik e-commerce salah satunya didukung oleh tradisi membeli baju pakaian baru jelang hari Idul Fitri. Verisign mengumumkan sejumlah tips yang dapat diterapkan oleh pelaku industri e-commerce, untuk menjaga keamanan dan situs tetap dapat diakses.

Pelaku industri sebaiknya bersiap untuk hal terburuk dan merencanakan yang terbaik. Artinya, pelaku industri perlu membuat Standar Operating Procedure (SOP) terkait perencanaan respon saat mengalami downtime, termasuk membentuk dan melatih tim khusus.

Selain itu, pelaku juga perlu memantau situs secara berkala untuk memastikan sistem berfungsi dengan baik, serta agar dapat mengidentifikasi gangguan dengan lebih cepat. Pelaku industri juga sebaiknya menyediakan sistem failover atau pemindahan fungsi otomatis untuk melakukan backup IP address, sehingga situs tetap dapat diakses.

Pelaku industri juga disarankan untuk mengoptimalkan skalabilitas dan kinerja infrastruktur internet dengan menampilkan peningkatan trafik situs selama musim belanja, termasuk Ramadan. Jika dilakukan dengan baik, hal ini dapat berpengaruh pada pendapatan dan reputasi e-commerce milik pelaku industri.

Sementara itu, Verisign juga menyebut pelaku industri perlu mewaspadai serangan DDoS. Menurut laporan kuartal pertama tahun 2016 yang diumumkan Verisign, angka serangan Distributed Denial of Service (DDoS) meningkat sebesar 111 persen dari tahun per tahun. Laporan ini juga mengungkap sektor e-commerce dan iklan online hanya melakukan mitigasi sebanyak 4 persen.

Untuk menghadapi hal ini, pelaku industri disarankan mempertimbangkan penggunaan layanan internet security untuk melindungi server situs dan DNS. Selain itu, pendekatan berbasis cloud juga dapat menjadi salah satu alternatif hemat biaya yang dapat dimanfaatkan perusahaan untuk manajemen dan melindungi DNS.

Pelaku e-commerce juga dapat bekerja sama dengan penyedia layanan keamanan untuk memanfaatkan layanan holistik mereka. Penyedia layanan keamanan ini dapat membantu perusahaan dalam mengidentifikasi dan memahami permasalahan keamanan dengan cepat, memastikan strategi mitigasi dan pemulihan efektif, serta merancang perencanaan untuk meningkatkan keamanan. Hal ini dapat membantu perusahaan menjaga situs beroperasi selama puncak musim belanja.


(MMI)