Tips & Trik

Pemain E-Commerce? Ini Tips Optimalkan Situs Anda

Mohammad Mamduh    •    Kamis, 13 Oct 2016 10:11 WIB
tips dan trik teknologi
Pemain E-Commerce? Ini Tips Optimalkan Situs Anda
Ilustrasi: The Digital Department

Metrotvnews.com, Jakarta: Salah satu cara yang diambil oleh pemain e-commerce dalam merangkul lebih banyak konsumen adalah dengan menjalankan program flash sale atau diskon besar-besaran dalam periode tertentu.

Namun, ada faktor yang harus diperhatikan ketika mereka menggelar program ini. Berikut beberapa faktor yang harus diperhatikan oleh e-commerce menurut Akamai.

1. Periksa kemampuan back end
Pemain e-commerce yang gemar mengadakan program flash sale harus memiliki back end yang memadai. Performa sistem tersebut secara tidak langsung mempengaruhi minat konsumen ketika mengakses situs, terutama dalam jumlah banyak dalam waktu yang bersamaan. Program flash sale biasanya menjadi momen yang tepat untuk menguji kesiapan sebuah situs e-commerce.

Biasanya, pada program tersebut, situs semakin sulit diakses karena memerlukan waktu tambahan untuk menampilkan aset dari server sampai ke PC pengguna. Akamai menyarankan untuk menggandeng pihak ketiga dalam menyimpan cache, agar ketika konsumen membuka situs, semua aset akan ditampilkan lebih cepat karena tidak perlu menarik data dari server utama.

2. Optimalisasi aplikasi mobile
Transaksi jual beli online saat ini lebih banyak dilakukan via platform mobile. Dalam hal ini, konsumen akan lebih memilih untuk membuka situs belanja online mereka melalui smartphone ketimbang PC. Harus diakui, beberapa pemain e-commerce memutuskan untuk menluncurkan aplikasi mobile mereka belakangan setelah merasa optimal di PC.

Oleh karena itu, pemain e-commerce diharapkan bisa menciptakan aplikasi mobile yang tepat dan interaktif. Pengalaman penggunaan yang ditawarkan juga harus sama nyamannya seperti konsumen mengakses via PC, termasuk ketika konsumen menggerakkan antarmuka, menampilkan gambar, serta menerapkan sistem pembayaran.

3. Situs harus responsif dan interaktif
Tampilan situs adalah aspek yang sangat penting untuk sebuah e-commerce. Semakin menarik tampilannya, maka semakin lama konsumen akan mengunjungi situs tersebut. Biasanya, konsumen akan tertarik dengan penggunaan warna cerah yang tidak hanya satu. Selain itu, ada objek atau desain menarik yang mudah diingat konsumen.

Tidak hanya menarik, situs e-commerce juga harus memiliki loading time yang minimal, karena 50 persen konsumen berharap mereka bisa mengakses situs secara penuh dalam waktu kurang dari 2 detik.

Situs juga harus interaktif, yang terlihat ketika pengguna akan memberikan berbagai macam perintah, mulai dari membuka katalog dan mencari produk, sampai sistem pembayaran, terlepas dari platform yang dipakai, termasuk via aplikasi mobile atau browser.

4. Gambar sangat penting
Menurut Akamai, 63 persen konsumen e-commerce tertarik membeli produk secara online karena melihat gambar. Masalah yang dihadapi adalah ketika sebuah situs mempunyai aset gambar yang terlalu banyak, bandwidth akan lebih besar, otomatis waktu loading akan lebih lama, dan ini bisa membuat konsumen membatalkan niat untuk berbelanja.

Cara menanggulanginya adalah dengan melakukan pemetaan pemrograman yang sesuai dengan perangkat konsumen. Penempatan posisi dan kualtias gambar harus menyesuaikan perangkat yang dipakai untuk mengakses situs. Ini memang menjadi tantangan tersendiri untuk tim IT dalam menggarap formulanya.

5. Lindungi situs dari serangan DDoS
Tren serangan siber DDoS memang semakin marak, dan fenomena ini tidak hanya terjadi pada layanan tertentu. E-commerce juga merupakan salah satu layanan yang sering mendapat serangan DDoS, terutama pada program flash sale.

Hacker memanfaatkan celah trafik dari diskon besar-besaran untuk melancarkan serangan arus data yang bisa membuat server internal tidak sanggup menanggung bandwidth. Cara mengatasinya adalah dengan menggandeng pihak ketiga yang memiliki infrastruktur lebih mumpuni untuk membendung serangan tersebut.


(MMI)

Begini Performa Ponsel Selfie Xiaomi Redmi S2
Review Smartphone

Begini Performa Ponsel Selfie Xiaomi Redmi S2

2 weeks Ago

Xiaomi masuk industri smartphone selfie dengan merilis Xiaomi Redmi S2. Begini performanya. …

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.