PlayerUnknown's Battleground

7 Tips Agar Kamu Makin Jago Main PUBG Mobile

Mohammad Mamduh    •    Jumat, 11 Jan 2019 14:03 WIB
gamesesportpubg
7 Tips Agar Kamu Makin Jago Main PUBG Mobile
Herly “Jeixy” Juliansah dari EVOS Esports

Jakarta: Genre battle royale menjadi tren baru di dunia mobile gaming dan esport.  PlayerUnknown’s Battleground (PUBG)-Mobile dan Fortnite adalah dua game yang terdepan.

Di Indonesia, popularitas PUBG Mobile terlihat dari antusiasme penyelenggaraan Grand Final turnamen PUBG Mobile Indonesia National Championship (PINC) 2018 bulan Oktober lalu.

Dengan menawarkan total hadiah hingga 700 juta Rupiah dan kesempatan mewakili Indonesia di ajang PUBG-Mobile Star Challenge (PMSC) 2018 di Dubai, PINC 2018 berhasil menjadi magnet yang diikuti oleh tim-tim ternama di Indonesia.

Salah satu tim yang turut berpartisipasi hingga menembus babak Grand Final adalah EVOS Esports. Menurut Nimo TV, meski gagal meraih gelar juara, EVOS menduduki peringkat kedua di dengan jumlah poin 3315, mengungguli 14 tim lainnya.

Apa rahasianya agar bisa punya kemampuan yang memungkinkan pemain PUBG Mobile meraih ‘Chicken Dinner’ Berikut tips dan trik oleh kapten divisi PUBG Mobile tim EVOS Esports, Herly “Jeixy” Juliansah:

1. Percaya Diri
Pemain yang biasa dipanggil oleh rekan setimnya ‘Mas Je’ ini mengakui, ada proses yang terbilang panjang untuk bisa meningkatkan kemampuan dan menjadi pemain profesional seperti sekarang.

“Saya menjalani proses percobaan di EVOS kira-kira memakan waktu 3-4 bulan, untuk bisa membuktikan dan meyakinkan diri sendiri dan tim bahwa saya bisa.” Menurutnya, proses tersebut diperlukan untuk membuat seorang pemain lebih rendah hati, dan tidak mempunyai perilaku yang merugikan.
 
2. Sering-Sering Bermain dengan Pemain yang Lebih Jago
Menurut Jeixy, untuk bisa meningkatkan kemampuan di PUBG Mobile dengan cepat, Anda banyak bermain dengan pemain lain yang lebih jago.

“Kalau kamu merasa sudah cukup dengan kemampuan sekarang, kamu harus coba main di mode ‘1 vs Squad’. Tujuannya untuk menentukan seberapa jauh seorang pemain bisa menjaga dirinya dan bertahan di dalam tekanan ketika bermain sendirian,”
 
3. Kill/Death/Assist (KDA) Rate Tidak Cukup 
Ketika membentuk tim dan merancang strategi, Jeixy menekankan perlunya memilih kriteria pemain melalui berbagai jenis metode.

“Kebanyakan pemain umumnya pakai rating KDA (Kill-Death-Assist) untuk nentuin kriteria pemain untuk jadi rekan setimnya. Bagi saya, rating KDA aja nggak cukup."

"Ada rating lain yang bisa dipakai, seperti AVG-Damage, untuk cari tahu apakah seorang pemain mainnya lebih banyak berlindung atau malah menembak ke segala arah."
 
4. Pemilihan Gadget
Jeixy mengakui pemilihan gadget yang mumpuni memengaruhi performa pemain untuk meningkatkan keahliannya.

“Intinya sebenarnya ada di kapasitas FPS, antara gadget keluaran Apple dengan Android spec-nya pasti berbeda satu sama lain. Jangan pilih gadget dengan spesifikasi yang level bawah karena sering lag yang akan mengganggu performa ketika pertarungan.”
 
5. Komunikasi Satu Sama Lain
Sebagaimana permainan tim pada umumnya, aspek komunikasi antar-tim menjadi yang utama.

“Bagi saya, jago menembak itu nomor tiga. Komunikasi tetap jadi yang paling penting. Soalnya, walaupun dia jago, kalau selama permainan dia sering meninggalkan rekan setimnya, yang ada malah rugi."
 
6. Pilih Senjata dan Grip Senyamannya
Jeixy lebih mementingkan aspek kenyamanan dalam memilih senjata beserta item pendukung lainnya, seperti grip.

“Si Jughead, misalnya, dia lebih nyaman pakai Angled Forehead, walaupun Half Grip atau Vertical Grip lebih bagus,“ terangnya menjelaskan pilihan senjata dari rekan setimnya, Sandy “Jughead“ Saputra.

“Pilih senjata yang paling sesuai dengan karakter kita masing-masing, karena setiap orang punya pilihan masing-masing.”, tambahnya. 

7. Jadi Kapten tak Harus Paling Hebat
Sebagai kapten tim, Jeixy mengatakan ketegasan dan ketepatan menjadi aspek utama yang harus dimilikinya.

“Seorang kapten harus bisa responsif dan cepat menanggapi permainan yang dihadapinya. Disini, pengalaman berpengaruh besar. Misalkan sebuah tim pernah melakukan kesalahan di zona tertentu dan kalah, maka seorang kapten harus bisa menentukan apa yang harus dilakukan untuk menghindari kesalahan tersebut," jelas Jeixy.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.