Tips & Trik

Penjual dan Pembeli Ponsel Bekas, Perhatikan Hal-Hal Ini

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 21 Feb 2017 17:22 WIB
teknologismartphone
Penjual dan Pembeli Ponsel Bekas, Perhatikan Hal-Hal Ini
Ada beberapa hal yang harus perhatikan sebelum menjual atau membeli smartphone bekas. (Telecoms)

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketika jutaan orang memutuskan untuk membeli smartphone baru, jumlah smartphone bekas yang dijual pun membludak. Namun, para ahli memperingatkan agar berhati-hati sebelum memutuskan untuk membeli produk bekas, sehingga tidak membeli ponsel curian. 

Director Centre for Software Practice, David Glance, menyebutkan ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk meminimalisir risiko saat membeli smartphone bekas. Salah satunya adalah membeli dari penjual ternama, lapor ABC. Glance mendorong calon pembeli untuk memeriksa ESN atau Electronic Serial Number untuk tahu sejarah ponsel tersebut.

"Tanda-tanda yang harus diperhatikan... apakah telah dilakukan reset factory atau masih memiliki aplikasi dan informasi lain dari pemilik sebelumnya," ujar Glance. "Hal-hal ini menunjukkan bahwa ponsel mungkin dicuri -- atau setidaknya, reputasi penjual tersebut kurang baik."

Dia juga menyebutkan, para penjual juga harus memastikan bahwa ponsel yang mereka jual tidak lagi menyimpan data pribadi.

"Dalam sebuah studi oleh Avast, mereka menemukan banyak informasi pribadi -- ponsel yang menggunakan Android versi lama misalnya, tidak dapat melakukan factory reset dengan sempurna."

Menurut studi yang dilakukan oleh Avast, diketahui bahwa masih banyak pengguna smartphone yang belum sadar pentingnya menghapus data pribadi sebelum menjual ponsel miliknya.



Laine Chopping dari Consumer Protection mendorong calon konsumen untuk memastikan bahwa mereka tahu risiko membeli ponsel bekas.

"Ketika membeli ponsel bekas dari toko atau situs online, periksa barang itu sebelum membayar.. ingat, Anda punya hak untuk mengembalikan barang, sama seperti saat memebli barang baru," ujar Chopping.

"Namun, Anda tidak dapat meminta uang kembali karena masalah yang telah diberitahukan oleh penjual atau masalah yang harus Anda sadari sebelum membeli."

Chopping menjelaskan, penjual juga harus memastikan bahwa tidak ada orang yang berhak untuk meminta sebuah ponsel kembali setelah ia dijual. Misalnya, ketika sebuah ponsel bekas yang dijual adalah barang curian atau dijual tanpa izin pemilik.

Sementara itu, Chopping menyebutkan, pembeli tidak mendapatkan hak yang sama saat membeli ponsel bekas dari individual. 

"Ini disebut transaksi consumer-to-consumer, dan Anda tidak punya hak uang kembali, perbaikan atau penggantian barang yang sama seperti saat Anda membeli dari toko," ujar Chopping. 

Untuk Anda yang ingin menjual ponsel bekas, Chopping mengatakan, sebaiknya Anda menganggap melakukan factory reset saja tidak cukup. Karena, ada kemungkinan ponsel tetap menyimpan data pribadi Anda, meski ia terenkripsi. 

"Salah satu cara untuk mengurangi risiko ini adalah dengan menggunakan full disk encryption. Ini digunakan pada iPhone secara default sekarang dan pada Android yang berkelas cukup tinggi," kata Chopping. "Pastikan dua kali bahwa tidak ada data yang tersimpan yang bisa menghantui Anda di masa depan."

Glance menyebutkan, ada cara lain yang membuat data Anda jauh lebih aman, yaitu menyerahkan ponsel pada teman atau keluarga.

"Dengan begitu, Anda tahu siapa yang memegang ponsel dan jika masih ada data tersimpan dalam ponsel, kemungkinan besar, mereka tidak akan memanfaatkannya untuk kegiatan tidak baik."


(MMI)

In-Ear Headset H2310, Earphone Terjangkau Lain dari HP
Review Earphone

In-Ear Headset H2310, Earphone Terjangkau Lain dari HP

2 days Ago

In-Ear Headset H2310 merupakan earphone dengan harga terjangkau lain dari HP yang memberikan ku…

BERITA LAINNYA
Video /