NEWSTICKER

Patgulipat Proporsional Tertutup

10 January 2023 08:33

Perang wacana dan keinginan di antara partai-partai politik perihal sistem pemilihan umum kian mengemuka. Mereka yang berkehendak agar pemilu tetap bersistem proporsional terbuka lebih banyak jumlahnya. Kendati demikian, sang pemenang akan bergantung pada Mahkamah Konstitusi.

Dari sembilan partai pemilik kursi di parlemen, delapan di antaranya ingin pemilu tetap dengan mekanisme proporsional terbuka. Mereka kompak, solid, dan baru saja menyatakan sikap yang sama secara bersama-sama dua hari lalu.

Mereka yang ingin proporsional terbuka dipertahankan ialah Partai Golkar, Partai NasDem, Partai Demokrat, PKB, PAN, PKS, dan PPP. Satu lagi, yakni Partai Gerindra, meski tak mengirimkan wakilnya dalam pertemuan tersebut, komit pada sikap yang sama.

Dengan begitu, hanya PDIP yang berkeinginan agar sistem pemilu diubah menjadi proporsional tertutup.

Dengan beragam alasan, dengan penilaian bahwa proporsional terbuka banyak kekurangan, mereka ingin kembali ke sistem lama. Dalam sistem tersebut, rakyat hanya cukup mencoblos lambang partai dan partailah yang menentukan kandidat untuk menjadi wakil rakyat.

Sistem proporsional tertutup pernah kita gunakan dalam Pemilu 1955, selama Orde Baru, dan Pemilu 1999. Dalam sistem ini, penetapan calon anggota legislatif didasarkan pada nomor urut yang ditetapkan pimpinan parpol. Bisa diartikan, oligarki politik tumbuh subur dan berbiak kuat di sini. Sebaik apa pun caleg di mata rakyat, ia belum tentu bisa menjadi wakil rakyat jika partai tak memberikan tempat.

Sumber: Media Indonesia